RADAR ACEH | IDI RAYEUK-Anak-anak seusia SD masih memainkan permainan yang hampir di lupakan, yaitu permainan bom lempar atau petasan dari Busi bekas dari kereta.
Petasan Busi bekas tersebut suaranya gak kalah main dengan petasan di toko, pada saat di lambungkan ke udara dan terjatuh kebumi "taaawwmmm" begitulah kira-kira suaranya.
Permainan tersebut seperti yang dimainkan oleh anak-anak Gampong Alue Ie Mirah, kecamatan Indra Makmu, kabupaten Aceh Timur. Minggu (28/08/16).
Risky (10), salah satu anak yang memainkan petasan Busi tersebut mengatakan, "seru kali bang permainan ini, suara letusannya sangat keras, kadang-kadang kami juga terkejut dengan suaranya. kami hanya memainnya pada saat sore aja bang, ya di jalan beton ini bang" jelasnya.
Amantan awak media ini, petasan busi itu di buat dari Busi bekas di tambah kawat dan tali rafia, yang terlebih dahulu dibersihkan busi bekas , biasanya banyak belepotan oli, lalu setelah itu di buang bagian-bagian di dalam busi yang tidak di perlukan.
Dalam menghilangkan bagian-bagian ini memang agak susah dan perlu kerja keras, jika ada tanggem, mungkin prosesnya akan menjadi lebih mudah.
Setelah Center Electronde dan Ground Electrode (bagian dalam busi) berhasil di mutilasi, kemudian di lanjutkan dengan membuat ekor dari tali, ekor ini berguna untuk dan supaya badan busi menjadi stabil ketika hendak di ledakkan dengan cara di lambung ke langit.
Tali rafia di potong sekitar 20-an cm sebanyak beberapa helai, setelah itu cabik-cabik dengan peniti/ jarum dengan langkah searah, supaya terlihat lebat dan seksi.
Setelah itu di pasang detonator/ mur bekas yang sudah tidak terpakai , kira-kira ukurannya asal masuk dan pas saja dengan lubang busi tersebut, dengan cara di ikat ujung kawat dengan badan busi menggunakan tang dan pastikan kencang dalam pemasangannya.
Setelah Busi tersebut jadi, selanjutnya mereka untuk mengisi amunisi menggunakan serpihan belerang/ fosfor yang ada pada ujung korek api sebanyak 5-6 lidi, kemudian di sobek kertas penggeseknya yang ada pada kardus korek tersebut menghadap serpihan belerang/ fosfor tersebut.
Lalu di pasang kembali detonator/ mur dengan posisi yang lurus dan sejajar, Setelah mereka lemparkan ke atas dan mereka biarkan rudal tersebut mendarat dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, akan terdengar suara yang dasyat memekakkan telinga lebih besar seperti suara petasa di toko,(RI).
