RADAR ACEH.COM I ACEH UTARA, Barisan Petani Nelayan Aceh (BAPENA-Mualem) Wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe mengelar pertemuan dengan Ketua Umum BAPENA Pusat Muliadi yang di sapa Rambong, Minggu (11/09) di kediaman Ketua Umum BAPENA Provinsi Aceh di Kecamatan Paya Bakong.
Ketua BAPENA Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Muhammad alias Amat Katrol menyampaikan kinerja BAPENA Aceh Utara dan Lhokseumawe sudah berjalan di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Muhammad menyampaikan "Kami BAPENA Aceh Utara dan Kota Lhoksumawe dan seluruh pengurus siap berkerja untuk membuat barisan mendukung Mualem sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022 mendatang, selama ini kami berkerja di aceh utara tidak mengharapkan imbalan yang di berikan oleh calon".
BAPENA wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sudah tersebar di seluruh Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, anggotan yang tergabung dalam BAPENA dari berbagai latar belakang masyarakat.
Ketua Umum BAPENA Aceh, Muliadi mengharapkan Kepada Pengurus BAPENA berkerja sesuai dengan aturan yang telah kita sepakati bersama, walau pun selama ini kita dari BAPENA belum ada lokasi anggaran tapi sudah berjalan seluruh pelosok Aceh.
Dalam pertemuan tersebut muliadi sangat berterima kasih kepada BAPENA Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang sudah berkerja tanpa mengharapkan anggaran yang di berikan, namun BAPENA Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sudah terbentuk seluruh Kecamatan untuk mendukung Mualem sebagai Gubernur Aceh dan seluruh calon Wali Kota/ Wakil Wali Kota dan Calon Bupati/ Wakil Bupati yang di usung oleh Partai Aceh dan Partai Pendukung.
Rambong sangat berharap khususnya di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe Muhammad Thaib dan Suadi Yahya harus mendukung penuh kinerja Barisan Petani Nelayan Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Pimpinan Dayah Nurul Huda, Tgk Nurdin Usman menyambut baik dengan Lahirnya Barisan Petani Nelayan Aceh (BAPENA-Mualem), karena yang tergabung dalam BAPENA dari masyarakat petani dan nelayan, dengan hadir gabungan Barisan Petani Nelayan Aceh sudah ada langkah untuk memperbaiki di sektor petani dan nelayan.
Karena selama ini masyarakat Petani dan Nelayan tidak ada tempat untuk menjembatani dengan Pemerintah selama ini.(Samsuir).
