RADAR ACEH | BIREUEN,Diperindagkop kabupaten Bireuen selama ini terkesan tutup mata yang mengakibatkan harga kebutuhan dapur naik 2x lipat dari sebelum nya, seperti harga cabe yang biasanya di jual dengan pasaran 30.000 Ribu, kini menjelang megang hari raya mencapai 80.000 Ribu perkilonya. Hal itu dibenarkan oleh salah satu warga geulumpang payong kecamatan jeumpa kabupaten Bireuen.
Iya menjelaskan Harga cabe di kabupaten Bireuen Naik meroket dengan harga 2x lipat perkilo gramnya. Kebutuhan ibu rumah tangga selama menjelang megang hampir semua tidak ada yang stabil. Pedagang Pasar Kabupaten Bireuen sekitar pukul 8.00 Wib pagi tadi, sejumlah harga kebutuhan dapur mulai melonjak naik.
Seperti harga ayam di pasar Bireuen tersebut naik Rp.50.000 hingga Rp.100,000 kata pedagang ayam, "hari ini ayam potong di jual sekitar Rp.80.000/ per ekor, ayam kampung yang muda sekitar Rp.80.000/per ekor, dan ayam jantan yang ukuran besar bisanya di jual diatas Rp.150.000 sebutnya.
Sedangkan harga daging sampai hari ini masih dijual dengan harga Rp.170.000. Daging yang biasanya di jual dengan harga Rp.150.000 daging baru naik hari ini tanggal 10/September 2016 Ungkap salah seorang penjual yang sering disapa Agen Amir.
Sementara Wak Syiek pedagang sayur mengutarakan "harga tomat yang sebelumnya di jual Rp.4000 harus di jual Rp.5000/kg, kacang panjang yang sebelumnya di jual Rp.5000 harus dijual Rp.6000/kg, semua harga naik hari ini," ketus wak Syiek sambil membungkus barang dangangannya
Namun kadis Diperindagop Darwansyah sampai berita ini di terbitkan belum berhasil di konfirmasi terkai harga barang yang melesat naik. (M. Reza)
