RADAR ACEH | BIREUEN, Pembangunan gedung DPRK yang menelan biaya miliayaran rupiah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat kabupaten Bireuen. Pasalnya pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen ini yang terletak di lintas Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, di desa Cot Gapu, Kota Juang kabupaten Bireuen. Diduga menjadi ladang empuk untuk korupsi berjamaah, Jum,at (09/09).
Namun Pembangunan Gedung dewan perwakilan rakyat itu yang di kerjakan pada tahun 2014 oleh salah satu rekanan yang juga ketua Gapensi Kabupaten Bireuen yang biasa disapa Nyakli, Adalah salah satu pengusaha sukses di kabupaten Bireuen, namun sayang nya pekerjaan itu sampai dengan tahun ini belum juga selesai.
Pembangunan yang terlihat saat ini terlihat hanya pondasi dan tiang Coran yang sudah di bangun oleh pihak rekanan tersebut. Padahal anggaran sudah di alokasikan setiap tahunnya untuk membangunan gedung dewan itu yang mencapai miliyaran rupiah, sejak tahun 2014.
Pemerintah kabupaten Bireuen menganggarkan dana sebesar Rp 1,3 miliyar untuk pembangunan tahap awal. Namun di tahun 2015 Pemkab kabupaten ini kembali menganggarkan anggaran yang luar biasa sebanyak Rp 14 miliyar yang dialokasikan melalui anggaran APBK Bireuen.
Namun Kadis BMCK-PR Bireuen, Fadli saat dihubungi media ini membenarkan kalau anggaran 15 Miliyar itu untuk pekerjaan sekarang ini namun belum bisa di lanjutkan karna belum ada uang,"ungkapnya.
Kalau rekanan yang mengerjakan proyek itu saya tidak Ingat. Dan yang punya pekerjaan itu Nyakli iya meneruskan Kalau nama perusahaan yang mengerjakan itu bisa langsung tanyakan pada bawahanya yang bernama Mubarik karena saya tidak ingat,"kilahnya.
Selanjutnya awak media Radar Aceh, mencoba untuk menemui Kabid tata ruang tata bangunan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Bireuen, Mubari untuk dapat dimintai informasi. Namun belum berhasil di konfirmasi dikarnakan ada di tempat. Yang anehnya lagi beberapa pegawai kantor saat itu di tanyai wartawan nomor kontak handphone milik Mubari ada? dengan serentak menjawab tidak ada, diduga takut diberikan karna tidak meminta ijin.
Namun pihak kontraktor yang juga ketua Gapensi kabupaten Bireuen. Nyakli saat dihubunggi selulernya dengan nada masuk namun tidak menjawaban. Dan selanjutnya wartawan Radar Aceh mencoba untuk, megirimkan pesan singkat SMS, namun belum juga ada jawaban sampai berita ini ditayangkan, (M. Reza).
