RADAR ACEH l Banda Aceh - Negara Republik Indonesia merupakan negara beraneka budaya, suku, ras dan agama, Kemajemukan masyarakat dan keanekaragaman budaya, apabila tidak dikelola dengan baik seringkali menjadi pemicu konflik sosial yang dapat mengarah pada disintegrasi bangsa dalam rangka menjaga ke-Bhineka Tunggal Ika dan kesatuan bangsa maka perlu diadakan pendekatan kepada para pemuda agar dapat mencegah terjadinya konflik Kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Prov Aceh Drs, Asnawi, M. Pd dalam sambutannya pada pada saat acara pembukaan Pelatihan Pemuda Relawan Rawan Sosial Angkatan I Tahun 2016 (14/10).
"Berbagai macam konflik sosial dapat menimbulkan dampak besar bagi Bangsa Indonesia dan Provinsi Aceh pada khususnya, diantaranya adalah ada mereka yang menjadi korban jiwa, kehilangan harta benda dan tekanan psikologis.
Jiwa kesukarelawanan dalam arti tanpa pamrih dan mau berkorban untuk menolong sesama sesungguhnya penjelmaan dari sendi-sendivkehidupan berbangsa dan bernegara.
Namun dalam implementasi di lapangan, para relawan itu perlu dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman teknis yang memadai agar setiap langkahnya dapat berjalan secara sistematik, terarah dan terukur" ujar Asnawi.
Kadispora Prov Aceh Drs, Asnawi, M.Pd mengharapkan kepada seluruh peserta agar berkosentrasi penuh. Pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki para relawan perlu memenuhi kualifikasi standar walaupun dalam level dasar Agar relawan mempunyai motivasi dan berperan secara optimal serta berkelanjutan, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas para relawan perlu terus dilakukan dan dimungkinkan melalui serangkaian pelatihan baik dasar maupun lanjutan.
Ketua Panitia Pelatihan Pemuda Relawan Rawan Sosial Angkatan l Tahun 2016 Armadi AR, SH. yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pemuda Dispora Aceh Menambahkan Maksud pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah untuk menyediakan tenaga pemuda yang siap untuk mendedikasikan waktu dan tenaganya dalam program penanggulangan rawan sosial, Sementera itu tujuan umum pelatihan ini adalah memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis relawan penanggulangan rawan sosial yang hasilnya yang akan diterima oleh peserta antara lain Meningkatkan pemahaman pengetahuan dan wawasan pemuda tentang manajemen dan resolusi konflik.
"Para peserta yang mengikuti pelatihan ini mampu menyerap materi terutama konsep dasar kesukarelawanan sosial dan mempraktekan konsep-konsep komunitas yang relevan, Peserta memiliki kemampuan menyusun program kerja kesukarelawanan mulai dari tahap persiapan hingga pelaporan, Peserta mampu melihat
permasalahan dan persoalan yang dihadapi bersama di dalam masyarakat," harapan Armiadi.
Dikatakan Pelatihan Pemuda Relawan Rawan Sosial Angkatan I Tahun 2016 ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, mulai dari tanggal 14 sampai dengan tanggal 16 october 2016 di Sulthan Hotel Banda Aceh, dengan jumlah Peserta 60 Orang yang terdiri dari Unsur Mahasiswa, Pemuda Gampong dan Komunitas Penggiat Sosial.
" Narasumber dan Instruktur yang akan memberikan materi pada kegiatan pelatihan berasal dari Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Dinas Sosial Aceh, Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Badan Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Aceh, akademisi dan PMI Banda Aceh, dengan metode kegiatan diarahkan kepada upaya peningkatan peran aktif dalam pencegahan konflik sosial, dengan metode yang digunakan meliputi kasus dan Forum Group Suscussian," jelas Armiadi. (Hsi)
