Kernet Truk Dikeroyok Hingga Kritis di CPP Blok A PT.Medco Aceh Timur

RADARACEH.COM | ACEH TIMUR -Kernet Truck Kritis setelah mengalami pengeroyokan pada Minggu 9 Oktober sekitar pukul 23.50 WIB malam tepatnya di depan kantin kawansan PT Medco E&P Malaka, Desa Belang Nisam, kecamatan Indra Makmur.

Yang mengakibatkan Korban mengalami memar di sekujur tubuh, dan dibeberapa bagian tubuh korban terjadi pembekuan darah sehingga korban kesulitan untuk bernapas,dan saat itu korban sudah tidak sadarkan diri.

BACA JUGA : Pang Rahed Mintak PT.Medco Selesaikan Secara Hukum Terkait Pemukulan Warga oleh Penjaga Keamanan di CPP Blok A Hingga Kritis | Radar Aceh
http://www.radaraceh com/2016/10/pang-rahed-mintak-ptmedco-selesaikan.html?m=1

Korban Rando polansco, merupakan warga Dusun Alue Serenda, Desa Bukit Makmu kecamatan Julok. Dirinya mengakui dianiaya oleh petugas pengaman di kawasan setempat yang berjumlah puluhan orang.

"Sekitar tiga puluh orang yang berada ditempat ikut memukuli saya, satu pun dari mereka tidak ada yang melerai, hingga saya tak sadarkan diri, saya sadar setelah telah berada di RSUD Dr Zubir Mahmud pada pagi harinya,"Keluh Rando saat di temui Awak Media.

Rando juga menceritakan"Awalnya, dari medan menuju Aceh, mendapat instruksi dari toke, jika sampai di, julok sebelum masuk, arah inderamakmur,  telpon dulu  pak simbolon, dan juliono, ketika saya telepon nomor pak juliono diluar jangkauan, kemudian saya telpon pak simbolon kata pak simbolon boleh masuk dan masuk ke jalan Alue ie mirah.

Di tengah jalan di jegat, oleh salah satu orang yang mengaku keamanan, yang saat iti mengendarai sepeda motor dengan, memakai baju pereman, saya tanya, siapa? ke amanan jawabnya,  kenapa setop di jalan, dia langsung pergi.

Kemudian tiba di kantin sebelum masuk arel itu tersebut Trus datang kawan nya. Pertama datang satu orang, katanya kemana kernet, "ada kata supir, yang  bernama canang warga Aceh Utara, langsung...kata yang datang itu" kamu ajak TNI Berantam, ya" tidak, saya hanya bilang kenapa di stop ditengah jalan, menyiram saya dengan Kopi yang baru saya pesan, kemudian orang tersebut memlepar saya dengan botol minuman mineral, dan membuka bajunya kemudian mengayunkan pukulan mentah ke wajah saya, dan seterusnya kawan kawan mereka datang memikuli saya, tampa ada yang mererai,"ujar Rando menceritakan kejadian malam itu.

"Saya tidak satu pun mengenal mereka yang jelas mereka aparat keamanan yang bertugas malam itu," jelasnya Rando.

Sementara itu kepala security PT. Medco Letkol Inf Syafi'i saat dihubungi media mengatakan, kernet interculer Rando Polando itu telah melanggar aturan yang dibuat oleh Muspika Kecamatan Indra Makmur dan Kecamatan Julok, karena menurut Syafi'i dalam aturan itu tidak dibenarkan ada mobil yang keluar masuk pada malam hari di lokasi tersebut.

"Sesuai aturan yang telah dibuat oleh kedua Muspika di kecamatan itu bahwa tidak boleh ada mobil yang masuk pada malam hari, karena demi menjaga keamanan di lokasi itu, tapi dia tidak mematuhinya dan mau coba-coba, akhirnya terjadilah kejadian tersebut yang tentunya tidak kita inginkan, karena dianggap oleh anggota di lapangan dia melanggar aturan itu dengan menantang anggota yang bertugas," kata Syafi,i

Dia juga mengatakan, pihaknya ingin menyelesaikan permasalahan itu dengan cara damai dan kekeluargaan, karena menurutnya, anggota yang melarang Rando masuk pada malam hari itu melanggar aturan dari Muspika.

"Saya selaku kepala pengamanan dari pihak PT. Medco sendiri langsung mengantar korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, kita juga akan berupaya menyelesaikan permasalahaan ini secara kekeluargaan dan perdamaian agar ini selesai dengan baik," tambah Syafi'i.

Sementara itu Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kabupaten Aceh Timur Basri mengatakan, pihaknya akan membantu korban untuk mendamping proses penyelesaian insiden tersebut. Menurut Basri, korban adalah masyarakat biasa yang juga perlu perlindungan.

"Kami dari YARA Aceh Timur telah mendapatkan laporan dan sudah menjenguk korban yang masih berada di rumah sakit, dan Insya Allah YARA akan membantu semaksimal mungkin untuk proses penyelesaiannya," ujar Basri.

Tag : NEWS
Back To Top