Warga Mengeluh, Terkait Upaya Penghalau Gajah Liar di Indra Makmur

RADARACEH.COM | Aceh Timur – Upaya menghalaukan gajah liar di kawasan Indra Makmur, Aceh Timur, oleh Conservation Respons Unit (CRU) Serbajadi yang bekerjasama dengan Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar, dianggap tidak menguntungkan masyarakat setempat.

Hal tersebut diungkapkan Hamdani, warga Seunebok Bayu, Kecamatan Indra Makmur kepada Media, Senin (10/10/16). Menurutnya, pihak CRU Aceh Timur dan LPG Saree pilih kasih dalam upaya penggiringan kawanan gajah liar dikawasannya Indra Makmur.

Pasalnya gajah jinak tersebut bukan berpatroli dikawasan kebun milik masyarakat setempat, melainkan dikebun milik perusahaan di Indra Makmur dan diduga pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Aceh Timur ada perjanjian khusus, sehingga lebih memproritaskan patroli dikebun milik perusahaan.

"Kami warga meminta kepada pihak yang menggiring gajah agar tidak pilih kasih, karena kebun kami terus di rusak gajah liar. Sedangkan yang dihalau dikawasan kebun Perusahaan, bahkan penggiringan gajah hanya dilakukan di jalan saja bukan dihutan," ungkap Hamdani.

Informasi yang berhasil dihimpun Awak Media, tiga ekor gajah jinak khusus didatangkan dari CRU Serbajadi, Aceh Timur dan PLG Saree, Aceh Besar, untuk menggiring gajah liar yang terus merusak rumah dan kebun warga Indra Makmur.

BACA JUGA : 6 Rumah dan Kebun Warga di Indra Makmur di Amuk Gajah Liar | Radar Aceh http://ift.tt/2dDFbrZ

Penggiringan gajah liar ini dilakukan oleh BKSDA Aceh dengan dibantu oleh Dishutbun Aceh Timur, Forum Konservasi Leuser (FKL), Wildlife Conservation Society (WCS) dan perwakilan dari Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, KRPH Peunaron Aceh Timur. (RI/Mus)

Tag : NEWS
Back To Top