RADAR ACEH | Lhokseumawe, Dana operasional siswa mencapai milyaran lebih yang di kelola di Sekolah Menengah Kejuruan SMK Negeri 3 Lhokseumawe yang bersumber dari anggaran APBN, dan anggaran APBA yang tidak tepat sasaran, Kamis (15/12).
Pasalnya sekolah yang terletak di jantung kota Lhokseumawe yang terlihat semakin kumuh. Hal tersebut dipaparkan oleh beberapa sumber dari wali murid dan masyarakat sekitar sekolah.
Tambahnya lagi, kami sangat heran dengan sekolah yang dulu menjadi sekolah favorit di kota Lhokseumawe namun sekarang ini bukan malah semakin meningkat tapi semakin terpuruk, dan mirisnya lagi pohon yang dulu begitu rindang di depan sekolah semua di tebang abis oleh pihak sekolah,"ungkap salah satu masyarakat yang tidak ingin namanya di tulis.
Sebutnya lagi pada tahun 2016 yang silam sarana pendidikan dikota Lhokseumawe semakin meningkat, namun sangat disayangkan kondisi sekolah di SMK Negeri 3 saat ini semakin jauh ketinggalan dari sebelumnya.
Ha tersebut dapat dilihat dari segi prestasi yang diraih oleh siwa/i pun, semakin menurun dan terbilang anjlok bahkan tidak satu pun yang meraih prestasi dan menjadi andalan lagi di sekolah tersebut," kata wali murid yang enggan menyebutkan jati dirinya demi menjaga kenyaman anaknya di sekolah tersebut.
Kepada instansi dinas pendidikan pemuda dan olah raga kota Lhokseumawe agar dapat mengevaluasi kinerja pimpinan sekolah tersebut, karena sekolah yang sudah lama menjadi andalan di kota di Lhokseumawe apakah layak untuk ditempatkan untuk menahkodai sekolah yang menampung ribuan siswa dari beberap daerah,"tegas wali murid.
Sumber yang berbeda dari kalangan masyarakat sekitar, mengatakan sekolah yang dijabat oleh kepala sekolah yang baru di SMK Negeri 3 Lhokseumawe membawa perubahan drastis sehingga sekolah yang memiliki beberapa jurusan itu menjadi semakin menurun minat siswa di sekolah tersebut,"kata AS yang namanya minta diinisialkan.
Lingkungan sekolah yang dulu tanpak rindang dengan pohon yang daun yang lebat, begitu di tempatkan beberapa hari langsung ditebang, dengan dalih akar pohon sudah menyerobot halaman sekolah.
"Dulu dengan adanya pohon tersebut siswa dapat berteduh dan beristirahat,namun pohon sudah ditebang dan kendaraan yang diparkir pun terjemur dengan matahari.
Lanjutnya, ia juga mengeluhkan dana bos yang dikelola di sekolah tersebut pengggunaannya sangat diragukan dan tidak sesuai dengan juknis, karena sekolah yang bertingkat tersebut tanpa ada satu ruang pun yang dilakukan perawatan,"paparnya.
Sementara itu kepala sekolah SMK Negeri 3 Lhokseumawe Ridwan,yang dikonfirmasi melalui seluler dengan nada masuk namun tidak kunjung diangkat, (A,007)
