Prajurit TNI Kebut Bersihkan Bangunan Warga Gampong Kuta Pangwa

RADAR ACEH | PIDIE JAYA - Hingga hari ke 10 pasca gempa Pidie Jaya provinsi Aceh, Prajurit TNI terus mengebut pembersihan reruntuhan bangunan, baik fasilitas umum seperti masjid, sekolah, perkantoran maupun pertokoan dan perumahan warga yang tersebar di tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Pidie Jaya dan di Kecamatan Samalangga Kabupaten Bireuen, Jum'at (16/12/16).

Kini, pembersihan rumah warga terus kebut dilakukan oleh prajurit. Karena warga juga kewalahan membersihkan rumahnya yang ambruk terutama yang terbuat dari beton, sehingga kebutuhan tenaga dan alat berat sangat diperlukan.

Seperti yang saat ini dilakukan oleh Prajurit TNI dalam membersihkan rumah ibu Yarmah Yani, rumah Abd. Mutholib dan rumah ibu Rukiah Udin warga gampong Kuta Pangwa. Treinggadeng yang merupakan bagian dari banyaknya rumah warga yang hancur akibat gempa 7 Desember 2016 lalu.

Dari data yang diperoleh dari Posko Satgas TNI sebanyak 8.957 unit rumah warga rusak diantaranya tercatat 1.474 megalami rusak berat atau hancur. Selain itu fasilitas umum tempat ibadah 50 unit Masjid dan 66 unit Meunasah mengalami rusak ringan maupun rusak berat.

Targetnya, sebelum masa tanggap darurat bencana habis semua reruntuhan bangunan harus sudah bersih sehingga kesan bekas gempa tidak ada lagi dan masyarakat dapat beraktivitas normal, sesuai perintah dari Panglima TNI Jandral TNI Gatot Nurmantyo saat kunjungan kali ke dua ke lokasi gempa.

Dalam pembersihan ini tidak ada batas waktu, kalau perlu jangan sampai habis tanggap darurat, semua sudah harus bersih.

Sehingga kesan bekas gempanya tidak ada lagi dan bersih dan masyarakat bisa beraktivitas normal lagi, seperti dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat meninjau pasca gempa tersebut 14 Desember 2016 lalu. (A,007)

Tag : NEWS
Back To Top