Pemda Bireuen Gelar Acara Pertemuan Dan Silaturrahmi Dengan Kepala BKKBN RI

Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar Acara pertemuan dan silaturrahmi Kepala Badan Kependudukan Dan Keluarga  Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia Bapak Dr Surya Chandra Surapaty, MPH. Ph.D dengan kepala organisasi perangkat daerah dan penyuluh keluarga berencana dilingkungan pemerintahan Kabupaten Bireuen di Pendopo Bupati Bireuen. Kamis (19/01/2017).

Plt Bupati Bireuen Ir Mukhtar Abda MSI yang diwakili Sekda Bireuen menyampaikan suatu kehormatan bagi kepala BKKBN republik indonesia yang telah berkenan hadir di Kabupaten Bireuen.

Selanjutnya, mengenai perkembangan kependudukan yang besar dengan penduduk yang luas maka menbutuhkan sektor pembangunan, rata-rata jumlah kelahiran di bireuen 2:2.

Hasil pemetaan memperlihatkan bahwa tingkat intifitas dan beban kerja urusan pemerintahan bidang pengendalian di Kabupaten Bireuen dengan skor 639 sehingga termasuk dalam katagori sedang, untuk mewadahi beban kerja yang sedang ini maka dibentuk Dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana tipe B.

''Hasil inventarisasi, verivikasi dan validasi PKB/PLKB menunjukkan kabupaten Bireuen memiliki 66 orang PKB/PLKB dengan jumlah desa 609 maka rasio 1:9 dan ini masih jauh dari rasio yang diharapkan yaitu 1:2'' ujarnya

Dia berharap kepada PKB/PLKB supaya bekerja semaksimal mungkin agar bisa tercapa apa yang kita harapkan,"Harapnya.

Kepala BKKBN Republik Indonesia dalam sambutannya menyampaikan, alhamdulillah pada sore ini saya sudah sampai di kabupaten Bireuen dan salam KB untuk Bireuen.

Dia juga menjelaskan dengan program KB yaitu dengan 2 anak lebih baik.

Pada tahun 1970 wanita melahirkan rata rata 5,6 anak dan maka lahirlah program KB dengan menyelenggarakan 2 anak lebih baik. Dan tahun 2009 dibentuknya undang undang BKKBN nomor 52.

BKKBN ini juga turut untuk menyukseskan dan menggaungkan program KB dan harus kita melahirkan anak perwanita 2:1," Jelasnya.

Lanjutnya, Mengapa kita jelaskan 2 anak cukup setiap keluarga sejak tahun 1998 yang dilupakan dengan KB maka banyaknya ibu melahirkan yang meninggal dari 100 wanita per 1000 kelahiran. Dan kita nanti akan prioritaskan melahirkan dari umur 21 tahun.

Tujuan kita supaya mnusia meningkatkan kekeluargaan dengan memberikan asi hingga umur anak sampai 2 tahun. 30% anak di indonesia umumnya pendek otaknya dan pendek tingginya dikarenakan ibu hamil kurang gizi,"Paparnya.

Dalam acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas BKKBN Propinsi Aceh M Yani M.Kes mengatakan, anggota PKB/PLKB Bireuen dan seluruh unsur forkompimda Kabupaten Bireuen. (faz)

Tag : NEWS
Back To Top