Penting untuk difahami esensi politik adalah kesejahteraan, dari kesemua Parpol yang berjuang untuk mendapatkan tempat dihati rakyat, mereka (Parpol) menjadikan poin kesejahteraan sebagai tujuan utama. Titik fokus tersebut tertuang dalam visi dan misi setiap Partai Politik.
Sebagai daerah yang memiliki kewenangan khusus, Provinsi Aceh mempunyai 3 Partai Politik Lokal yang ikut dalam Pileg Aceh 2014 (Partai Aceh, Partai Nasional Aceh dan Partai Damai Aceh).
Diantara 3 Partai Politik Lokal yang bersaing di Pemilihan Legislatif Aceh dan Kab/kota, Partai Aceh adalah Partai yang berhasil mendominasi aspirasi rakyat untuk keterwakilan parlemen pusat (Provinsi) dengan mengutus 29 anggota dari 81 jumlah kursi parlemen. Meski berbeda dengan periode sebelumnya, yaitu 33 kursi dari 69 kursi keseluruhan parlemen, namun tetap saja Partai Aceh menjadi partai terbesar di Aceh dengan menguasai 35,8 persen kursi DPRA.
Sebagai partai terbesar di Aceh, Partai Acehtelah membuktikan, bahwa partai lokal yang berciri khas merah putih hitam ini merupakan "pelopor" perjuangan bagi rakyat Aceh pasca dilanda konflik berkepanjangan. Oleh karenanya ini bagaikan kekuatan (Political Power) yang mempersatukan tekad rakyat untuk mencapai kesejahteraan.
Inilah rangkaian dari pemikiran yang berlandaskan ideologis, hingga rakyat menyatu dengan semangat perjuangan politik Partai Aceh.
Ketika membicarakan marwah ke-Acehan, akan muncul ruh kecintaan yang begitu mendalam dari Rakyat dengan mengenal dan memahami alur sejarah adalah pegejawantahan dari pada pemahaman tentang siapa diri Rakyat Aceh yang sebenarnya.
Spirit inilah yang dimiliki oleh Partai Aceh yang terkolaborasi dengan perjalanan sejarah. Yang pada dasarnya rakyat Aceh tidak pernah lupa dengan identitasnya sendiri.
Jauh didalam pemikiran rasio mereka, bahwa apa yang dimiliki oleh Aceh saat ini adalah bagian terbesar dari perjuangan-perjuangan Rakyat Aceh jika ditarik jaman ber jaman.
Koridor inilah yang menjadi dasar kuat pemikiran segenap rakyat dalam memaknai eksistensi Partai Lokal di Aceh khususnya Partai Aceh.
Semenjak transformasi perjuangan, butir-butir MoU Helsinki adalah keterwakilan aspirasi yang terkodifikasi dalam UU Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.
Maka, bersama dengan segenap Rakyat Aceh tugas penting partai lokal di Aceh dalam mengawal dan mengawasi realisasi turunan UUPA adalah perjuangan yang nyata untuk segera mungkin direalisasikan, dan ini bukan pula tugas tunggal Partai Aceh sebagai dominator parlemen, akan tetapi juga tugas dari partai lokal lain seperti Partai Nasional Aceh dan Partai Damai Aceh, Inilah perjuangan Rakyat Aceh saat ini dan nanti yang harus diwujudkan, didukung dengan mayoritas kursi parlemen (Parlok) Aceh akan bisa segera bangkit bersama mewujudkan Aceh yang lebih sejahtera.
KARAKTERISTIK RAKYAT
Penting untuk dipahami, semangat yang tertanam dengan kekentalan keislaman dari masa ke masa telah membentuk karakteristik suatu bangsa, bangsa yang tanpa pamrih membela tegaknya syariat Allah di Negeri Indonesia ini dan khususnya di Bumi Serambi Mekah.
inilah yang menjadi dasar sebuah ideologi rakyat Aceh, yang dengan serta merta setia berada dalam garda terdepan untuk perjuangan segenap kepentingan Rakyat Aceh, dan kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya.
Sebuah frame berfikir yang begitu cerdas apabila dengan penuh ketenangan dan dengan penuh keihklasan, sampai dengan saat ini barisan-barisan generasi di Aceh yang sedang menyaksikan rakyatnya berjalan diatas garis sebenarnya, masih konsisten dengan penginplementasian nilai-nilai budaya dan adat-adat istiadat lokal, meski sementara upaya-"upaya besar" terus dilakukan dalam praktik-praktik politik Aceh saat ini, dan berujung pada kegagalan, itu menjadi bukti bahwa kesatuan rakyat tidak akan pernah terpisah satu sama lain.
Semoga saja kebangkitan nyata Rakyat Aceh akan terus terjaga bersama dengan perjuangan politik ini.
Dengan memandang perjuangan sebagai stimulan pergerakan untuk terus mempertahankan dominasi Partai Lokal Aceh di setiap penjuru daerah di Aceh.
Sebagai Putra Aceh, yang dengan identitas Ke-Acehan ini, kita berharap kepada siapapun dan dimanapun, putra-putri Aceh dan juga segenap Rakyat Aceh, menyatu bagaikan tubuh yang satu dalam memperjuangkan kepentingan Aceh dan juga kesejahteraan Aceh dimasa yang akan datang.
Sayyid MC Almahdaly, SHI
Sekjend FPMPA dan juga Aktif di Presidium Pemuda Aceh.
