Irwandy Yusuf: Aceh Berpeluang Punya Listrik Mandiri, "PLA" Namanya

RADAR ACEH | Aceh- Terkait kekurangan daya listrik di Aceh,  Irwandi Yusuf yang merupakan Gubernur Aceh Terpilih periode 2017- 2022, akhirnya buka suara terkait hal ini.


Dalam status akun facebook pribadinya Irwandi Yusuf , Senin (29/5) menulis terkait defisit suplai arus listrik yang menyebabkan terkendalanya aktifitas masyarakat belakangan ini, apalagi sekarang dalam bulan ramadhan banyak sekali aktifitas masyarakat yang sangat ketergantungan dengan elektronik yang notobenenya menggunakan arus listrik. 


Pria yang akrab disapa Teungku Agam ini mengatakan "kekurangan suplai listrik untuk Aceh bukanlah barang baru.  Janji demi janji sudah sering kita dengar mulai dari tahun alif hingga sekarang tahun waw.  Tapi kita tetap harus bilang wow, hoiii, tulisnya....


Lanjutnya, "Sesungguhnya defisiensi listrik itu bukan terletak pada siapa GM PLN.  Dia pun merupakan korban dari janjinya yang terpaksa itu.  Kecukupan arus listrik terletak pada kecukupan pembangkit listrik dan kehandalan jaringannya. Aceh sekarang memproduksi 280 MW listrik, sedangkan kebutuhan Aceh waktu peak hour adalah 330 MW. Aceh memerlukan injeksi dari Sumut sebesar 50 MW pada saat beban puncak (peak hour). Injeksi listrik dari Sumut pun ternyata tidak sampai 50 MW karena saat peak hour di Aceh di Sumut pun sedang peak hour.   Lalu apa yang terjadi ketika semua saklar dihidupkan? Yang terjadi adalah ketidakcukupan arus listrik, bisa-bisa travo terbakar.  Untuk mencegah hal ini terjadi, maka PLN melakukan pemadaman, tulisnya lagi

"Saya berandai,  andai kata proyek Panas Bumi Seulawah yang saya persiapkan 7 tahun yang lalu, dan bahkan sudah memperoleh dana hibah USD 10 juta dari Jerman dan jaminan pembiayaan dari KFW Bank, diteruskan oleh pengganti saya, Aceh tentu sudah tidak perlu menunggu surplus arus listrik dari Sumut. 

Jawabannya adalah 1) Menghidupkan lagi proyek Geothermal Seulawah yang mati suri dengan butuh waktu 3 tahun, 2) Menunggu arus listrik 250 MW dari KEK. 3) Program baru Geothermal Geureudong butuh waktu 5 tahun. 4) PLTA Peusangan 1 & 2, 85 MW.l butuh waktu 1 tahun. 5) PLTA Jambo Aye, 100 MW butuh waktu 5 tahun. 6) PLTA di beberapa tempat lainnya sekitar 500 MW dalam waktu 10 tahun. 


Daripada memaki gelapnya malam, mari diam-diam menyalakan lilin sambil menunggu listrik hidup lagi. Tapi, dalam waktu maksimal 2 tahun lagi pemadaman listrik di Aceh akan berhenti. 

"Dan saya pun ada melihat kemungkinan Aceh akan berpeluang punya listrik mandiri, The PLA.  Amin" demikian tulis Irwandi Yusuf di akun face book pribadinya 

Berbagai komentar datang dari para face booker antara lain Hamdani Wartawan warga Bireuen mengatakan " Apapun yang terjadi Aceh harus "terang". Sudah cukup lelah kami hidup di alam "kegelapan".

Dalam komentar lain, Millah Yahmob dengan sigap bertanya "PLA nyan peu arti? peu Pembangkit Listrik Angen? Atau angen mirah dari Pertamina???

Made Andema juga memberikan komentar "Tempat dan lokasi untuk membuat arus listrik di Aceh sangat banyak , mengapa kita menumpang dari sumut, apa Aceh tiada dana untuk membangun elistrick sendiri, atau pun Aceh mau numpang aja untuk slama nya ... ingin tau jawaban wassalam" dalam komentar ini Irwandi Yusuf dengan tenang menjawab "Tidak cukup dana Aceh untuk bikin pembangkit sendiri" pungkasnya. (Rls FA) [red- SR]
Tag : NEWS
Back To Top