PK KNPI Jambo Aye : Sesalkan Lemahnya Pengawasan Peredaran Mercon Yang di Jual Bebas di Panton Labu.

RADAR ACEH | Aceh Utara-  "Budaya bakar mercon di bulan suci Ramadhan, bukanlah budaya kita selaku umat Islam, akibat dari hal tersebut, bisa mengganggu aktifitas beribadah, apalagi disaat shalat tarawih, resiko kebakaran, bahkan bisa membahayakan diri anak-anak itu sendiri, 

Kepada orangtua diharapkan supaya bisa menjaga anak-anaknya, dan kepada instansi terkait, supaya bisa menertibkankan para penjual mercon, kita tidak iri terhadap mereka yang mencari makan, tapi ada baik nya di pertimbangkan terlebih dulu, sebab dan akibat dari mercon itu"

Pesan rilis yang di kirimkan oleh Hery Safrizal, Senin (29/05/2017), melalui Whapshapnya kepada radaraceh.com 

Pengurus Kecamatan KNPI, Tanah Jambo Aye dalam pres rilisnya mengatakan,"Asai ka beuleun puasa kana ata meutuah njan." (Begitu memasuki bulan puasa sudah ada barang "meutuah" itu)

"Pengalaman kita, beberapa catatan ada yang terluka, terbakar rumah, bahkan bahan pelapis benda tersebut dari kertas potongan ayat Alquran. Tanyoe ureung aceh ka salah kaprah terhadap nilai dan estetika dalam mengapresiasi saboh saboh momentum (kita orang Aceh sudah salah tingkah terhadap nilai dan estetika dalam mengapresiasikan sebuah momentum), bakar mercon jelas bukan budaya kita", kata Hery 

"Oleh karenanya, KNPI Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, mengajak kepada para pihak untuk proaktif meminimalisir pergerakan tranksaksi jual beli mercon di pasaran. Muspika harus bergerak cepat, mari jadikan Tanah Jambo Aye, menjadi Kecamatan percontohan, bahwa di bulan puasa tanpa suara letupan mercon, harapnya

"Kepada orang tua juga diminta tidak memanjakan anak anaknya dengan nilai nilai yang notabene beresiko terhadap keamanan, kenyamanan dan ketertiban di masyarakat,

"Dengan berbagai pertimbangan dan alasan memang tidak gampang untuk membasmi mercon tersebut dalam satu waktu, akan tetapi setidaknya kita telah memainkan peran yang maksimal terhadap persoalan ini", ujarnya lagi

Dikatakannya, "berikan efek jera terhadap penjual, sehingga profesi ini akan hilang seiring waktu, terlalu naif jika kita berpandangan bisa mematikan ekonomi masyarakat hanya karena nafkah keluarganya dibiayai dari keuntungan menjual petasan atau mercon,

"Kami dari KNPI siap bergandeng tangan dengan para pihak untuk tidak menganggap ini adalah persoalan sepele, bahwa moral dan keamanan tercipta dari kepeduliaan kita sesama," kata Hery dalam Pres rilisnya.(R.02) [red-SR]
Tag : NEWS
Back To Top