Polda Metro Jaya Tidak Adil: KAMMI Aceh Melakukan Aksi

Banda Aceh - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Aceh yang melakukan aksi unjuk rasa menggunakan alat peraga aksi, seperti spanduk yang bertuliskan " Pecat Polda Metro Jaya, KAMMI Lawan Tirani Hukum " serta beberapa spanduk kecil lainnya yang memprotes tindakan Polda Metro Jaya, aksi tersebut berlangsung di Simpang Lima Banda Aceh, Jumat 26 Mei 2017. 

Hari ini tanda ketidakadilan hukum tampak semakin jelas. Aparat dengan sewenang - wenangnya memberangus aksi KAMMI yang damai.

Ketua Umum KAMMI Pusat dan aktivitas KAMMI diculik dan beberapa kader KAMMI lainnya termasuk mahasiswi mengalami luka-luka dan harus dibawa ke UGD,"ucap Tuanku Muhammad Ketua KAMMI Aceh.

Orasi memanas karena tidak ada respon positif lantas dibalas dengan tendangan pukulan.Perempuan pun tak luput dari tindakan penegasan aparat kepolisisan.

Lanjutnya hal seperti apa menyuarakan kegelisahan atas rezim. Apakah hanya karena kami bukan pendukung Ahok yang tidak memakai baju kotak-kotak dan membawa lilin sehingga harus dipukul dan ditendang,"kleuhnya.

Tambanya lagi, gerakan di dunia maya dianggap provokasi, gerakan melalui orasi dibalas pukulan aparat kepolisisan, maka gerakan macam apa yang akan didengar oleh pemimpin negeri.

Tindakan kooperatif dianggap angin lalu, sedikit aksi dianggap anarkis, Belajar dari sejarah, Indonesia, pernah ada di rezim yang mirip seperti ini,Entah menjaga atau Anti Kritik. Indonesia 2017.

Oleh karena itu, sebagai sebuah solidaritas yang kuat antar sesama, Pengurus Wilayah KAMMI se-Aceh mendesak agar: 
1. Copot Kapolda Metro Jaya dan Kapolres Jakarta Pusat.
2. Tegakkan hukum yang Berkeadilan dan tanpa tebang pilih.
3. Hentikan anarkisme bagi Aksi Mahasiswa yang membela hak Rakyat. 

Perjuangan tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas, yang bersedia untuk itu maka ia harus hidup dalam perjuangan melebur dalam dirinya pastikan ada di jalan juang ini," tutup Ketua KAMMI Aceh, (AR,01).

Tag : NEWS
Back To Top