RADARACEH.COM | ACEH TIMUR - Aceh memiliki karakteristik tersendiri dengan adat dan budaya yang unik. Terlebih di bulan Ramadhan suasananya terlihat begitu berbeda dengan hari-hari biasa.
Tidak hanya di perkotaan saja menjadi suasana macet dan banjir oleh pendagang bukaan, hal itu juga terjadi di daerah-daerah perdalaman lainnya, seperti pantauan Media ini didaerah pedalaman Aceh Timur, tepatnya di Desa Alue Ie Mirah, kecamatan Indra Makmu, Sabtu sore (27/05/17). Pedagang musiman terlihat berjualan hampir di setiap sudut jalan menjajakan berbagai jenis panganan berbuka.
Mulai dari Kelapa muda dan air tebu menjadi favorit pembeli sebagai minuman berbuka.
Berbagai menu berbuka lain pun tak kalah berjejer menghiasi perempatan jalan di simpang tiga Alue Ie Mirah, baik makanan khas Aceh seperti mie Aceh, gado-gado, dan kue lainnya tersusun rapi di rak penjual.
Bulan Ramadhan menjadi bulan penuh berkah bagi umat muslim, terlebih lagi bagi para penjual minuman, makanan, buah dan sayuran.
Anak-anak muda pun banyak yang berekreasi membuat penganan berbuka seperti es buah, sop buah, es campur dan jenis minuman lainnya.
Dari sisi ekonomi perputaran uang Beegerak lebih cepat dibanding bulan lainnya.
Hal itu seperti diungkap salah satu pemuda penjual air es kelapa muda, Khairol (28) atau akrab disapa Batak kepada Radaraceh.com. Menurutnya, berdagang musiman di bulan puasa lebih benyak untung dari pada hari hari biasa.
"Alhamdulillah, saat bulan ramadhan tiba banyak masyarakat kecil yang mendapatkan rahmat dengan cara berdagang bukaan. Dari sisi ekonomi perputaran uang Beegerak lebih cepat dibanding bulan lainnya, dan akan menguntungkan bagi pendagang kecil" katanya. (RI)
Tesk Foto : Suasana sore ramadhan di Desa Alue Ie Mirah, Indra Makmu, pendagang bukaan laris. Sabtu (27/05/17) sekitar pukul 16.30 Wib.
Tag :
NEWS
