Terjadi Pemadaman Listrik, Ormas Datangi Kantor PLN Aceh

Banda Aceh - Ketua KAMMI Aceh dan Ormas Aceh melakukan audiensi dengan pihak PLN Wilayah Aceh terkait pemadaman listrik di puas kedua bulan ramadhan, audiensi tersebut berlangsung di kantor PLN wilayah Aceh, Senin 29 Mei 2017.

Kehadiran Ketua KAMMI wilayah Aceh, Tuanku Muhammad dan anggota Forum Pembela Islam (FPI) Aceh, Riski Nyawang didampingi oleh beberapa anggota FPI dan KAMMI merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang merasakan dampak dari pemadaman listrik.

Riski Nyakwang selaku Ormas yang mewakili masyarakat ingin mempertanyakan alasan pihak PLN melakukan pemandaman listrik hari kedua puasa yang merugikan masyarakat, dimana kebutuhan listrik di bulan puasa ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, oleh sebab itu kami ingin mengetahui alasan pihak PLN melakukan pemandaman listrik.

Kita ketahui sebelum memasuki bulan puasa, pihak PLN Wilayah Aceh sudah menyampaikan disalah satu media bahwa wilayah Aceh tidak akan ada pemadaman listrik selama bulan puasa, namun di awal bulan puasa sudah terjadi pemadaman listrik, dengan pemadam listrik tersebut kami meminta kepada pihak PLN agar menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat yang telah dibohongi,"ucap Riski Nyawang.

Penjelasan Jefri Rosiadi sebagai General Manajer PLN Wilayah Aceh, dalam acara audiensi mengatakan, Pemadaman Listrik di wilayah Aceh diakibatkan Unit dua PLTU Nagan Raya yang tidak normal, jika unit dua PLTU Nagan Raya normal maka tidak akan ada pemadaman listrik.

Dia menambakan, tadi pagi sekitar pukul 04.38 WIB, Nagan Raya Unit dua sudah masuk sistem dan pukul 05.43 WIB, semua sistem sudah normal kembali sehingga dipastikan tidak akan ada pemadaman listrik selama bulan puasa.

Tanggal 31 Mei 2017, PLTU Nagan Raya akan mulai masuk sistem dan dibutuhkan waktu sekitar 20 jam dan tanggal 2 Juni 2017sudah mulai masuk sistem lagi sehingga kondisi itu semua sudah normal kembali.

General Manajer PLN Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi menjelaskan bahwa,  normal penggunaan listrik di Aceh sebesar 250 MW, namun pembangkit listrik kita belum memadai sehingga selama ini kita masih transfer listrik dari Medan 160-180 MW, untuk kebutuhan Aceh.  Kalau untuk Aceh sendiri belum mampu mandiri untuk pasokan listrik, karena untuk sistem Aceh ini membutuhkan 350 -360 MW.

Penggunaan listrik di wilayah Aceh selama memasuki bulan puasa meningkat antara pukul 19:00 Wib s.d 20.00 Wib dan setelah shalat tarawih beban listrik naik lagi, dan total beban 350 hingga 360 MW, selama bulan puasa bukannya turun justru naik penggunaan listrik di Aceh, beban listrik ini diluar perkiraan PLN Wilayah Aceh.

Harapan PLN terhadap Gubernur Aceh kedepan, ada beberapa pembangkit listrik yang sedang berjalan, seperti  pembangkit di Krung Raya Ladong 50 MW, sekarang masih dalam tahap pekerjaan dan diperkirakan desember 2017 akan selesai dan di Nagan Raya 400 yang diperkirakan selesai 2020 dan yang paling tepat lagi di Arun 250 MW di Bulan Juni 2017 akan dimulai dan kalau ini jadi, kita ada kelebihan 700 MW, pemerintah daerah harus memikirkan bagaimana investor itu masuk, kalau sekarang kita tidak bisa karena kondisi kita yang tidak memungkinkan,"tutup Jefri Rosiadi sebagai General Manajer PLN Wilayah Aceh, (AR,01)

Tag : NEWS
Back To Top