BLORA, panturaNews.info -- Kerpegok petugas yang sedang patroli, 5 orang kawanan pencuri jati yang masing-masing membawa sebatang kayu curian dengan sepeda motor di kawasan hutan BKPH Cabak, lari tunggang langgang ke tengah hutan, Kamis (29/07) pagi sekitar pukul 06.00.
Sebanyak 5 buah motor berikut masing-masing bermuatan satu batang kayu ukuran 25 cm x 30 cm x 200 cm ditinggal begitu saja. Kini barang-barang tersebut diamankan petugas Perhutani KPH Cepu, untuk bahan penyelidikan lebih lanjut.
Dijelaskan Koordinator keamanan yang juga Waka ADM Cepu, Agus Kusnandar, kawanan pencuri itu berpapasan petugas patroli di kawasan hutan petak 7067 RPH Pengkok, BKPH Cabak. Tepatnya ikut Desa Nglebur, Kecamatan Jiken.
Dia menjelaskan, pada jam-jam tertentu pencurian kayu dengan menggunakan sepeda motor masih sering terjadi di seluruh wilayah kawasan hutan KPH Cepu. ''Saya sendiri saat patroli bersama sejumlah anggota keamanan lainnya juga sering memergokinya,'' jelas Agus.
Tinggalkan Kendaraan
Dikemukakan, disaat berpapasa petugas, untuk menghindari agar tidak ditangkap petugas para pencuri langsung meninggalkan kendaraannya begitu saja. Mereka selanjutnya lari ketengah hutan menyelamatkan diri dari kejaran petugas.
Menurut Agus Kusnandar, beberapa bulan terakhir ini keamanan KPH Cepu sudah berhasil mengamankan puluhan kendaraan roda dua yang dipakai untuk sarana mencuru kayu. Dan karena tersangka pencurian belum tertangkap maka untuk sementara kendaraan diamankan di pos penjagaan KPH Cepu dan sebagian di Polres Blora dan di sejumlah Polsek.
Dengan masih seringnya terjadi pencurian kayu jati tersebut, sementara modus pencurian juga semakin bervariasi, Agus Kusnandar meminta seluruh personil keamanan berikut asper, mantri, mandor tanam dan mandor tebang diminta untuk meningkatkan patroli hutan
"Kami mengakui jika kawasan hutan Cepu paling rawan pencurian, tetapi berkat kerja keras seluruh personil keamanan dibantu jajaran Polres Blora kayu yang hilang berhasil kami temukan kembali, " tandas Agus Kusnandar. (http://ift.tt/29MNjVh)
Sebanyak 5 buah motor berikut masing-masing bermuatan satu batang kayu ukuran 25 cm x 30 cm x 200 cm ditinggal begitu saja. Kini barang-barang tersebut diamankan petugas Perhutani KPH Cepu, untuk bahan penyelidikan lebih lanjut.
Dijelaskan Koordinator keamanan yang juga Waka ADM Cepu, Agus Kusnandar, kawanan pencuri itu berpapasan petugas patroli di kawasan hutan petak 7067 RPH Pengkok, BKPH Cabak. Tepatnya ikut Desa Nglebur, Kecamatan Jiken.
Dia menjelaskan, pada jam-jam tertentu pencurian kayu dengan menggunakan sepeda motor masih sering terjadi di seluruh wilayah kawasan hutan KPH Cepu. ''Saya sendiri saat patroli bersama sejumlah anggota keamanan lainnya juga sering memergokinya,'' jelas Agus.
Tinggalkan Kendaraan
Dikemukakan, disaat berpapasa petugas, untuk menghindari agar tidak ditangkap petugas para pencuri langsung meninggalkan kendaraannya begitu saja. Mereka selanjutnya lari ketengah hutan menyelamatkan diri dari kejaran petugas.
Menurut Agus Kusnandar, beberapa bulan terakhir ini keamanan KPH Cepu sudah berhasil mengamankan puluhan kendaraan roda dua yang dipakai untuk sarana mencuru kayu. Dan karena tersangka pencurian belum tertangkap maka untuk sementara kendaraan diamankan di pos penjagaan KPH Cepu dan sebagian di Polres Blora dan di sejumlah Polsek.
Dengan masih seringnya terjadi pencurian kayu jati tersebut, sementara modus pencurian juga semakin bervariasi, Agus Kusnandar meminta seluruh personil keamanan berikut asper, mantri, mandor tanam dan mandor tebang diminta untuk meningkatkan patroli hutan
"Kami mengakui jika kawasan hutan Cepu paling rawan pencurian, tetapi berkat kerja keras seluruh personil keamanan dibantu jajaran Polres Blora kayu yang hilang berhasil kami temukan kembali, " tandas Agus Kusnandar. (http://ift.tt/29MNjVh)
Tag :
NEWS
