Striker andalan Chelsea, Diego Costa, merasa frustrasi dengan stigma negatif yang disematkan kepada dirinya. Costa menyebut dirinya mendapatkan perlakuan yang tidak adil oleh publik sepak bola Inggris.
Hal ini disampaikannya usai membawa Chelsea meraih kemenangan 2-1 atas West Ham pada Selasa (16/8) lalu.
Pada laga itu, Costa melakukan sebuah aksi kontroversial. Dia sempat melakukan tackle keras terhadap kiper West Ham, Adrian.
Sebagai catatan, Costa sudah mengantongi kartu kuning sebelum melakukan aksi tersebut. Beruntung wasit tak melihat kejadian tersebut dan memilih untuk meneruskan pertandingan.
“Saya tak bisa meminta apa pun, para penonton di sini (Stamford Bridge) selalu mencintai saya. Itu dukungan yang selalu saya apresiasi. Penting untuk bisa mendapatkan poin, terlebih mengawali dengan kemenangan,” tutur Costa kepada ESPN Brasil.
“Saya sadar (soal peraturan kertu kuning baru). Kali kedua saya berbicara dengan wasit, ia memberi saya kartu kuning. Saya lihat cukup aneh, tapi memahaminya. Saya meminta maaf saat jeda pertandingan.”
“Tapi sejujurnya, saya menjadi sasaran perlakuan tak adil di sini, oleh para wasit, orang-orang… Jika saya melakukan sesuatu, maka akan berbeda dengan yang lainnya. Pelu untuk dicermati, banyak yang menargetkan saya.”
“Itu merupakan sesuatu yang harus bisa saya atasi dan saya bertanya pada Tuhan agar hal-hal semacam itu tak mengganggu dan menimbulkan konsekuensi lanjut, yang biasanya menghadirkan hukuman bagi saya,” tukasnya.
Costa memang dikenal sebagai seorang pemain yang temperamental. Beberapa kali dirinya mendapatkan kartu merah lantaran sering terlibat keributan dengan pemain lawan.
Hal ini disampaikannya usai membawa Chelsea meraih kemenangan 2-1 atas West Ham pada Selasa (16/8) lalu.
Pada laga itu, Costa melakukan sebuah aksi kontroversial. Dia sempat melakukan tackle keras terhadap kiper West Ham, Adrian.
Sebagai catatan, Costa sudah mengantongi kartu kuning sebelum melakukan aksi tersebut. Beruntung wasit tak melihat kejadian tersebut dan memilih untuk meneruskan pertandingan.
“Saya tak bisa meminta apa pun, para penonton di sini (Stamford Bridge) selalu mencintai saya. Itu dukungan yang selalu saya apresiasi. Penting untuk bisa mendapatkan poin, terlebih mengawali dengan kemenangan,” tutur Costa kepada ESPN Brasil.
“Saya sadar (soal peraturan kertu kuning baru). Kali kedua saya berbicara dengan wasit, ia memberi saya kartu kuning. Saya lihat cukup aneh, tapi memahaminya. Saya meminta maaf saat jeda pertandingan.”
“Tapi sejujurnya, saya menjadi sasaran perlakuan tak adil di sini, oleh para wasit, orang-orang… Jika saya melakukan sesuatu, maka akan berbeda dengan yang lainnya. Pelu untuk dicermati, banyak yang menargetkan saya.”
“Itu merupakan sesuatu yang harus bisa saya atasi dan saya bertanya pada Tuhan agar hal-hal semacam itu tak mengganggu dan menimbulkan konsekuensi lanjut, yang biasanya menghadirkan hukuman bagi saya,” tukasnya.
Costa memang dikenal sebagai seorang pemain yang temperamental. Beberapa kali dirinya mendapatkan kartu merah lantaran sering terlibat keributan dengan pemain lawan.
Tag :
Media Social
