Kasus anak turun dari tempat tinggal sampai berbuntut perbuatan cabul saat ini terjadi kembali. Seseorang gadis belia berinisial GH (15), pelajar SMK warga Kabupaten Minahasa Utara (Minut), mengakui sudah digagahi oleh pacarnya lelaki yang berinisial LST dengan kata lain Efan (21), warga Kecamatan Wenang.
pamit-beli-pulsa-siswi-smk-asyik-berduaan-sama-pacar-di-kamar-hotel
Pasangan sejoli ini pada akhirnya digiring oleh Tim Manguni Polda Sulut ke Mapolresta Manado, Rabu (27/7) sekitaran jam 20. 00 WITA. Berdasar pada info yang didapat, peristiwa itu tersingkap berawal dari laporan orangtua korban, pada Jum’at (22/7) sekitaran jam 23. 00 WITA, GH pamit dengan ke-2 orang tuanya dengan argumen pergi untuk beli pulsa.
“Awalnya korban hanya minta izin akan pergi ke konter untuk beli pulsa sewaktu kami sesaat tengah repot menyiapkan menu untuk hari raya Lebaran Ketupat, ” penjelasan keluarga korban.
Tetapi mulai sejak waktu itu GH tidak kunjung pulang ke tempat tinggal. Hal semacam ini sudah pasti menyebabkan kecemasan ke-2 orangtua bahkan juga keluarganya. Takut berlangsung suatu hal, orangtua meninggalkan pekerjaan mereka serta konsentrasi mencari anak mereka itu. Sekian kali mencari kemana saja, kehadiran GH tidak kunjung diketemukan.
Baca juga : Astagfirullah, Lagi-Lagi Masalah Pemerkosaan Anak
Selang beberapa saat, info mengenai anak turun dari tempat tinggal pada akhirnya hingga ke telinga Tim Manguni. Dengan cepat serta pas Tim Elit Polda Sulut ini bergegas mencari kehadiran korban. Mujur waktu warga mulai berdatangan, satu diantara anggota Tim Manguni yang ada tidak jauh dari situ sukses temukan korban, serta keduanya segera digiring ke Mapolresta Manado.
Dari pernyataan pasangan sejoli dimabuk asmara itu, mereka sudah lakukan jalinan seperti sepasang suami istri sejumlah tiga kali. Jalinan seperti suami istri itu itu dikerjakan di lokasi-lokasi tidak sama di Kota Manado.
Kasubag Humas Polresta Manado AKP Agus Marsidi waktu di konfirmasi membetulkan ada penyerahan LST serta GH ke pihaknya. “Benar ada serta sekarang ini pelaku serta korban telah ada di ruangan penyidik PPA, ” kata Marsidi.
Atas peristiwa ini, bisa kita simpulkan pada orangtua selalu untuk mengawasi anaknya yang telah beranjak dewasa. Jika memang perlu, orangtua senantiasa mengontrol isi hp anaknya supaya tak berlangsung lagi kejadiaan seperti ini.
Sumber : www.banyakbaca.com
Tag :
Media Social
