Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau yang biasa disingkat Paskibraka selalu meriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI tiap tanggal 17 Agustus. Bukan orang sembarang yang bisa mengibarkan bendera duplikat pusaka yang dikibarkan di Istana Negara.
Tidak semudah seperti yang dilihat untuk menjadi seorang Paskibraka. Bersikap tegap, berjalan teratur, di depan para pejabat negara bahkan Presiden RI, butuh mental yang kuat.
Pada perayaan Kemerdekaan tahun 2016 ini, Paskibraka sedikit menjadi sorotan. Polemik dwikewarganegaraan yang dimiliki salah satu anggota Paskibraka, Gloria Natapradja Hamel tuai polemik. Meski pada akhirnya, Gloria dipersilakan menjadi pembawa baki saat penurunan bendera Merah Putih di Istana setelah diizinkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.
Beragam cerita susah, senang hingga haru selalu menyelimuti para anggota Paskibraka jelang perayaan HUT Kemerdekaan. Seleksi yang ketat, persaingan yang sengit, menjadi 'makanan' sehari-hari para calon Paskibraka yang hendak lolos hingga bisa mengibarkan bendera di Istana.
Seleksi dilakukan dari tingkat Kabupaten/Kota hingga Provinsi sampai tingkat nasional. Puluhan hingga ratusan orang ikut seleksi. Hingga akhirnya, terpilih hanya 2 orang yang berhak mewakili tiap provinsi. Total Paskibraka yang akan dibawa ke Istana yakni 68 orang dari 34 provinsi.
Bukan cuma kisahnya yang kerap jadi cerita tiap tahun, kecantikan yang dimiliki para Paskibraka wanita juga selalu menjadi perbincangan hangat para lelaki, khususnya di media sosial. Tidak hanya cerdas, tapi juga cantik, menjadi syarat mutlak menjadi seorang pembawa baki bendera Pusaka di Istana.
Merdeka.com, hari ini, Sabtu (20/8) akan mengulas berbagai sisi menarik tentang Paskibraka. Simakberita selanjutnya:
Tidak semudah seperti yang dilihat untuk menjadi seorang Paskibraka. Bersikap tegap, berjalan teratur, di depan para pejabat negara bahkan Presiden RI, butuh mental yang kuat.
Pada perayaan Kemerdekaan tahun 2016 ini, Paskibraka sedikit menjadi sorotan. Polemik dwikewarganegaraan yang dimiliki salah satu anggota Paskibraka, Gloria Natapradja Hamel tuai polemik. Meski pada akhirnya, Gloria dipersilakan menjadi pembawa baki saat penurunan bendera Merah Putih di Istana setelah diizinkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.
Beragam cerita susah, senang hingga haru selalu menyelimuti para anggota Paskibraka jelang perayaan HUT Kemerdekaan. Seleksi yang ketat, persaingan yang sengit, menjadi 'makanan' sehari-hari para calon Paskibraka yang hendak lolos hingga bisa mengibarkan bendera di Istana.
Seleksi dilakukan dari tingkat Kabupaten/Kota hingga Provinsi sampai tingkat nasional. Puluhan hingga ratusan orang ikut seleksi. Hingga akhirnya, terpilih hanya 2 orang yang berhak mewakili tiap provinsi. Total Paskibraka yang akan dibawa ke Istana yakni 68 orang dari 34 provinsi.
Bukan cuma kisahnya yang kerap jadi cerita tiap tahun, kecantikan yang dimiliki para Paskibraka wanita juga selalu menjadi perbincangan hangat para lelaki, khususnya di media sosial. Tidak hanya cerdas, tapi juga cantik, menjadi syarat mutlak menjadi seorang pembawa baki bendera Pusaka di Istana.
Merdeka.com, hari ini, Sabtu (20/8) akan mengulas berbagai sisi menarik tentang Paskibraka. Simakberita selanjutnya:
Tag :
Media Social
