RADAR ACEH | Pidie Pembangunan Talud penahan badan jalan Di gampong Trueng Campli Pasi Lhok Kecamatan Kembang Tanjong Kabupaten Pidie, dinilai asal jadi alias (Meukeuna). Pasalnya Baru selesaikan dikerjakan Talud tersebut kembali ambruk diduga kualitasnya sangat rendah, Sabtu (17/09).
Pembangunan Proyek peningkatan jalan termasuk talud yang menggunankan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar tersebut yang didanai Dari APBK Pidie tahun 2015 tersebut terkesan dibiarkan oleh Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Pidie, Bahkan terkesan pejabat BMCK membela rekanan, bahwa proyek itu telah dikerjakan sesuai dengan kontrak, ambruknya talut tersebut karena ditabrak mobil. Padahal kenyataan di lapangan robohnya talut penahan badan jalan itu terjadi di sejumlah tempat dan diduga kontruksinya tidak kokoh.
Menurut pantauan Radaraceh.COM di lapangan, pembangunan proyek talut penahan badan jalan yang menghubungkan antara Gampong Trueng Campli Kecamatan Gelumpang Baro dengan Gampong Pasi Lhoek Kecamatan Kembang Tanjong sudah ambruk di beberapa titik.dan Sampah bongkahan material proyek yang ambruk ke sungai sehingga menghambat aliran sungai di kawasan tersebut.
Ada juga pada talut patah, rekanan kembali menimpa talud lain disampingnya, sehingga terkesan proyek itu dibangun asal jadi.
Salah seorang tokoh Masyarakat Glumpang Baro Tgk Burhan,kepada wartawan mengatakan dirinya tidak mengerti dengan proyek, namun dia mengakui ada beton ambruk dan retak di sejumlah titik. "Kalau masalah proyek dikerjakan asal jadi, kami tidak mengerti, tetapi akibat bongkahan talut it's ambruk ke sungai menyebabkan terhambat aliran sungai," terangnya di lokasi proyek.
Sebelumnya, proyek tersebut menjadi temuan Pansus DPRK Pidie dan telah menegur Kadis BMCK Pidie untuk menindaklanjuti agar proyek itu benar-benar dikerjakan sesuai spec dan bermanfaat bagi masyarakat,(A,007).
