PT PIM LAGI SULIT HARUS DISELAMATKAN

RADAR ACEH | PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara sudah lebih 10 tahun dalam kesulitan hingga sekarang belum terlihat bangkit kembali..Sulit berkembang, sulit keuangan, pemasaran yang terbatas bahkan telah mengundang keprihatinan banyak kalangan. Mareka khawatir, jangan jangan PIM juga harus tutup seperti PT AAF.

Kondisi yang dialami PIM memang tanda-tanda perusahaan yang sedang sakit. Lalu apa yang harus dilakukan jika perusahaan sedang mengalami masa sulit seperti itu? Keputusan dan tindakan apa yang perlu dilakukan untuk menyelamatkannya,Kamis (08/09).

Jikapun pergantian direksi sudah silih berganti dilakukan, ternyata belum juga sehat.

Sesungguhnya sehat tidaknya sebuah perusahaan sangat ditentukan dari lingkungan bisnis. Salah satu lingkungan bisnis yang telah memacetkan perkembangan PT PIM terletak pada produksi dan pemasaran yang hanya memproduksi pupuk untuk kebutuhan subsidi.

Bilamana kemampuan PIM hanya memproduksi pupuk untuk subsidi yang terbatas pula sudah dapat dipastikan PIM akan terus dalam keadaan susah, susah dalam menanggung biaya produksi, mengganti atau memperbaiki komponen pabrik yang rusak, gaji pegawai bahkan mungkin terhadap kewajiban pinjaman modal.

Kendati misalnya PIM memiliki modal sendiri atau ekuitas pasti sudah menjadi negative, artinya seluruh kerugian kumulatif sudah lebih besar dari modal sebelumnya. Namun masih syukur kendati kondisi yang sudah parah demikian, PIM masih bisa berjalan dan beroperasi.

Seperti pernah dituturkan Direktur Komersil PT PIM, Husni Achmad Zaki yang dicegat Media ini dalam suatu kegiatan di masjid Bujang Salem Krueng Geukueh, belum lama ini mengatakan, langkah langkah bagi menyehatkan kembali PT PIM coba menguatkan peran manajemen.

Misalnya, Peran Interpersonal dan Figurehead yang merupakan simbol dalam kegiatan perusahaan harus berjalan, hingga PT PIM nantinya berani melakukan terobosan bagi keuntungan perusahaan yang lebih besar."Untuk sementara ini terobosan penghematan lebih ditingkakan agar PIM tetap bisa berproduksi ditengah harga gas mahal", cetus Husni.

Sementara itu, Saiful AMD, Anggota DPRK Aceh Utara mengatan, PT PIM harus diselamatkan.karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Selain sering berhenti  berproduksi akibat tidak mendapat pasokan gas dan kerusakan pabrik juga target produksi cuma seperempat dari kapasitas terpasang

PT PIM yang memiliki dua unit pabrik, PIM 1 dan 2 dengan kapasitas produksi masing masing 570.000 ton/tahun. Akibat harga gas yang dibeli mahal PIM saat ini hanya mampu berproduksi  360.000 ton/tahun untuk kebutuhan pupuk bersubsisidi di lima wilayah, Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Kalbar.

Menurut Saiful, kondisi sulit yang dialami PT PIM, memang sangat memprihatinkan,. dimana letak kesalahan dan mengapa bisa demikian. Pasalnya pabrik pupuk didaerah lain bisa berkembang hanya pabrik PIM yang bermasalah. "Mengapa harga gas yang dibeli PIM mahal, sementara pabrik pupuk didaerah lain gasnya bisa lebih murah, mengapa", tanya Saiful.

Saiful mengharapkan, satu satunya upaya bagi mempertahankan dan menyelamatkan PT PIM dari ancaman gulung tikar pemerintah pusat bisa menyediakan gas murah kepada pabrik PIM. "Kemiskinan dan pengangguran di Aceh Utara sudah sangat parah jangan lagi ditambah PHK karyawan dari pabrik PIM", imbuh Saiful.
(Usman Cut Raja)

Tag : NEWS
Back To Top