Warga Norwegia Mahir Bahasa Aceh

Warga Aceh Di Eropa Tetap Memegang Teguh Tradisi Aceh
Samalanga,

RADAR ACEH | Bireuen, Warga Aceh yang menetap tinggal di beberapa negara di Eropa, baik yang berstatus pelajar, mahasiswa, pekerja, pedagang maupun pegawai
lainnya tetap memegang teguh tradisi Aceh. Bahkan terhadap ajaran Islam baik yang menyangkut ibadah maupun dalam memperingati hari hari besar Islam tidak pernah terlewatkan.

Demikian Mahyuni, warga Norwegia keturunan Aceh yang sekarang sedang belajar memperdalam ajaran Islam di Pasantren Mudi Mesra Samalanga, Kabupaten Bireuen, saat sedang dalam perjalanan kembali ke Eropa bersama kakaknya, Intan, Jum'at pekan lalu. Diceritakan, dalam memperingati hari hari besar Islam, selain dakwah juga berselawat dibawakan kalangan pelajar dan mahasiswa dipimpin oleh Mahyuni sendiri.

"Kami pada semua haru ketika banyak masyarakat Norway dan Denmark ikut menyaksikan pegelaran acara ini yang lengkap dengan  pelaminan dan tampilan pakaian adat serta makanan khas Aceh. misalnya timphan dan kue khas Aceh lainnya. Sementara untuk sajian kenduri dengan gulai kuwah pliek u.

Mahyuni menceritakan juga, sudah menjadi tradisi warga Aceh yang menetap di Rogaland, Norwegia melaksanakan acara takziah dan doa bersama setiap ada ulama Aceh yang meninggal Seperti ketika Almarhum Ulama kharismatik asal Aceh Utara, Tgk H Ibrahim Bardan atau yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Panton Acara takziah kerap dipimpin Tgk Abdul Qadir Abdullah, di pusatkan di Masjid Mevlana, Stavanger  usai shalat  Ashar pukul  18.00 waktu Norwegia.

" Sebelum acara takziah dan doa bersama di mulai, Tgk Abdul Qadir ikut menceritakan tentang riwayat  Ulama Ulama Aceh,"sebut Mahyuni.

Menurut Mahyuni,  Tgk. Abdul Qadir menceritakan ketika  Abu Panton memimpin Dayah Malikussaleh di Gampong Rawang Itek. Abu Panton merupakan salah seorang ulama besar  di Aceh dan banyak jasa-jasa beliau untuk Aceh.

Mahyuni menambahkan, walaupun hidup dan tinggal di negara yang
minus Moslem dan negara bebas, bagi orang Aceh  tidak terpengaruh dan senantiasa menjaga akidah dan tradisi adat Aceh.(Ucr)

Tag : NEWS
Back To Top