RADAR ACEH | Puluhan ekor gajah liar dilaporkan kembali memasuki pemukiman dan perkebunan milik warga di Gampong Seneubok Bayu, Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur.
Akibatnya Rumah dan berbagai tanaman produktif milik petani di daerah itu musnah dirusak oleh gajah. dan pada malam hari sejumlah warga terpaksa mengusi ke tempat yang aman, karna dikhawatirkan gajah kembali mengamuk.
Hal tersebut di sampaikan PJ Keuchik Desa Seuneubok Bayu, melalui Camat Indra Makmur, M Nur SE kepada Radaraceh.com, Jum'at (07/10/16). Sekitar 6 unit rumah warga dan puluhan hektar kebun warga di rusak gajah tersebut, sehinga warga merugi mencapai ratusan juta rupiah.
"Sudah sepekan ini kawanan gajah liar masuk ke kebun petani dan merusak tanaman produkitf. Hal itu kembali terjadi tadi malm-red, sekitar pukul 01:00 Wib, dan telah merusak tanaman seperti sawit, karet dan sejumlah tanaman lainnya, bahkan 6 unit rumah milik warga dirusak, sehingga warga merugi ratusan juta rupiah," ungkap M Nur.
Jelas kembali M Nur, warga sudah berupaya mengusir gajah itu untuk keluar dari perkebunan, termasuk dengan cara berjaga malam. Tapi gajah-gajah itu kerap datang saat malam hari. Dan pada malam harinya warga terpaksa tidak tidur di rumah, di takuutkan gajah kembali mengamuk.
Ketua Komisi E DPRK Aceh Timur dari dapil 2, Fraksi Partai Aceh (PA), Abdul Hamid N, atau yang akrab di sapa Pang Rahed, membenarkan, perkebunan warga di daerah tersebut sejak sepekan ini terakhir dimasuki gajah liar dan merusakan rumah serta perkebunan milik warga.
"Kami minta Pemkab Aceh Timur komitmen dan serius menyelesaikan konflik gajah ini. Jangan biarkan petani terus mengalami kerugian, selain itu kita juga harus menjaga kelesatarian habitat gajah karena gajah merupakan binatang yang dilindungi undang-undang," pinta Pang Rahed,(RI).
