RADAR ACEH | BIREUEN,Pemerintah Kabupaten Bireuen meminta Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, untuk tidak meleburkan dinas pemuda dan olahraga (dispora). Pasalnya, jika dispora dileburkan, dikhawatirkan pembinaan atlet di kabupaten tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Sehingga prestasi yang telah diraih selama ini pun akan sia-sia.
Sekda Kabupaten Bireuen, Ir Zulkifli SP yang didampingi Asisten III Setdakab, Muzakir Azis, usai rapat paripurna di gedung DPRK Bireuen, Senin (31/10) sore mangatakan, pihaknya tidak ingin dinas yang selama ini telah membina atlet-atlet olahraga dengan baik dan telah berprestadi dileburkan.
"Sesuai dengan yang telah kita ajukan permohonan kepada anggota DPRK, kita akan mempertahankan agar dispora tidak dileburkan, dan kita sangat mengharapkan kepada anggota dewan terhormat, agar dispora tidak digabung dengan dinas pendidikan, karena dinas pendidikan memiliki pekerjaan yang berat," kata Sekda.
Selain itu, kata Sekda, sesuai dengan undang-undang nomor 3 tahun 2015 tentang olahraga dan undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan, setiap pemerintah daerah wajib membentuk lembaga atau dinas pemuda dan olahraga, yang melayani bidang pemuda dan olahraga.
Terang Sekda, dinas pemuda dan olahraga itu mengatur olahraga prestasi, olahraga pendidikan dan kreasi. Sehingga jika dispora dileburkan, maka akan tergangu pembinaan atlet-atlet berprestasi, khususnya atlet pelajar yang selama ini telah dibina dengan baik oleh dispora.
"Jadi menurut kami kurang tepat jika dewan meleburkan dispora, harapan kita agar anggota dewan terhormat yang merupakan wakil rakyat, supaya tetap mempertahankan dispora sebagai dinas yang membina atlet yang telah mengharumkan nama daerah dibidang olahraga, karena berkat pembinaan di disporalah Bireuen bisa dan telah melahirkan segudang atlet berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional," pungkas Sekda.
Hal itu juga diakui oleh Wakil Ketua DPRK Bireuen, Drs Muhammad Arif (Arif Andepa). Menurutnya peleburan dispora untuk efisiansi anggaran. Tapi jika dispora digabung ke dinas pendidikan, maka pembinaan atlet tidak akan terjamin. Karena dinas pendidikan pasti tidak akan mampu membina olahraga.
"Persoalannya serba salah, peleburan dispora satu sisi untuk efisiensi anggaran, satu sisi lagi juga harus dipertahankan untuk pembinaan atlet, karena tidak ada yang bisa menjamin pembinaan atlet akan bisa berjalan dengan baik, jangan gara-gara dispora gabung ke dinas pendidikan, banyak atlet yang jadi korban," kata Arif Andepa.
Seiring akan dileburkannya dispora oleh DPRK setempat, masyarakat dan pemerhati olahraga di kabupaten tersebut, juga sangat menyesali hal itu. Masyarakat menilai, anggota dewan yang bersikeras ingin meleburkan dinas tersebut, tidak ingin Bireuen maju dan terkenal karena olahraga.Dispora Gabung ke Dinas Pendidikan Ganti Dikmen (M. Reza)
