Edi saputra : Masa rakat Bireuen Membutukan Pemimpin Seperti Irwandi

RADAR ACEH | Bireuen, Aceh Butuh Geubernur dan Bupati Seorang Negarawan dan Bukan Politisi Dadakan Yang tunduk dan didikte oleh Ketua partai manapun.

Provinsi wilayah yang sangat luas dan memiliki masalah kompleks dan mendesak. Sehingga aceh harus memiliki pemimpin yang tegas, berwibawa dan negarawan sejati,mandiri dan tidak tunduk dengan seorang penguasa. Bukan politisi dadakan atau politisi yang pragmatis dan belum memiliki jam terbang yang cukup untuk memimpin sebuah propinsi

Namun permasalahan yang kompleks dan mendesak, Edi. Saputra atau lebih dikenal dengan Edi Obama. Salah satu pegusaha Mudah asal pesangan itu.

Megatakan Aceh tidak bisa dipimpin oleh politisi dadakan, tidak juga oleh kaum yang rakus jabatan, dan tidak juga oleh orang muda yang tidak memiliki latar belakang pengalaman politik,

Ini Bukan soal umur muda dan tua namun yang terpenting adalah kemampuan yang sudah terbukti dengan track record yang bagus Karena Aceh adalah propinsi besar dengan wilayah yang sangat luas

Propinsi dan suku bangsa yang berbeda-beda dengan segudang konflik dan masalah yang kompleks dan krusial, sehingga jabatan seorang pemimpin tidak boleh untuk dicoba-coba, layaknya kucing dalam karung.

Namun pegusaha itu  meneruskan, Seorang pemimpin haruslah orang yang telah memilki track record seperti irwandi yusuf sebagai Gebernue Aceh. Dan Bupati Bireuen.

Seperti ruslad M. Daud yang terbukti dan diakui oleh masyarakat sebagai sosok yang mampu untuk memimpin provinsi maupun kabupaten ini dengan pengalaman nya sebagai negarawan dan memiliki integritas yang sudah terkenal di masyarakat dalam negeri maupun luar negeri Karena seorang pemimpin haruslah sosok yang memiliki kemampuan memimpin rakyat yang telah terbukti dengan pengalaman memimpin dengan jumlah jam terbang memimpin cukup lama dirinya berharab Aceh tidak boleh lagi dipimpin Gubernur yang hanya mementingkan Partai dan sekelompok partai yang menginginkan kekuasaan semata dan apalagi pemimpin yang lemah dan didikte oleh orang lain. Karna Aceh jangan diberikan kepada

Begitu menariknya persoalan politik bagi masyarakat Aceh, apalagi ketika dikaitkan dengan ajang pemilihan pemimpin yang diharapkan akan mampu membawa Aceh ke arah yang lebih menjanjikan.

Harapan ini sejalan dengan makna pemimpin itu sendiri yang dipahami sebagai sosok yang mampu menginspirasi dan membawa komunitasnya menuju tujuan yang ditetapkan bersama.

Pemimpin adalah sosok kharismatik yang mampu menanamkan semangat memiliki sehingga ia mampu menggerakkan komunitasnya menuju perubahan. Dalam konsep sosiologi pemimpin itu merupakan agen perubahan yang mampu merangkul kekuatan personal.

Iya meneruskan Meski kencah politik selalu dibalut oleh nuansa keburaman moral namun ia selalu mengandung janji manis yang sungguh mempesona. Tidak hanya rakyat biasa, kaum terpelajar pun kadang tidak bisa lepas dari jeratnya. Di Aceh isu politik selalu saja menjadi topik utama tidak hanya di warung kopi tapi juga menghiasi obrolan pagi di institusi resmi swasta dan pemerintahan.

Ketertarikan masyarakat Aceh ini terhadap politik dan kepemimpinan ini sudah tertanam dari dulu. Hal ini bisa dipahami mengingat bahwa dalam sejarahnya memang Aceh ini selalu ditakdirkan sebagai wilayah penuh dinamika ektrim dan konflik yang seakan tidak berujung. Suasana ini membuat eksistensi pemimpin sebagai sebuah keniscayaan.

Mereka yang diharapkan menjadi sosok yang dapat menyelesaikan problem yang dihadapi. Masyarakat Aceh mempunyai kriteria yang cukup ketat tekait sosok pemimpin yang layak dan sudah terbukti .Pemimpin yang sesungguhnya adalah pemimpin yang berjiwa besar, berani mengorbankan kepentingan pribadi dan kelompok demi kemasyarakatan rakyat yang lebih luas.

Nasib Aceh lima tahun ke depan akan ditentukan pada 15 februari 2017. Pada hari "H" pilkada 2017 itu rakyat akan memilih pemimpinnya. Sesosok pemimpin yang bisa mewujudkan aspirasi rakyatnya khususnya masyarakat Aceh dirinya megajak untuk. Masarakat aceh.

Kususnya Bireuen. Agar dapat harus memilih pemimpin kursi Aceh satu, Irwandi yusuf dan kursi Bireuen. Satu dimenangkan  Ruslan M. Daud. Harus Jadi (M. Reza)

Tag : NEWS
Back To Top