RADAR ACEH | Langsa, Masyarakat yang bergelut dibidang pertanian kini sudah sangat berlega hati setelah diciptakannya mesin pemotong padi buatan Jepang.
Mesin ini juga sekaligus berfungsi sebagai perontok sehingga bagi petani yang melakukan pemotongan padi mempergunakan mesin ini, mereka akan langsung bisa mendapatkan hasil panennya yang siap angkut ketempat tujuan.
Amatan wartawan Radar Aceh Sabtu (12/11)dilokasi persawahan dilakukannya panen yang mempergunakan mesin canggih ini bertempat Gampoeng Alu Beurawe Kecamatan Langsa Kota.
Terlihat hanya dalam hitungan waktu 1 Jam kurang lebih puluhan rante sawah sudah berhasil dipanen dan siap angkut untuk dibawa pulang ketempat tujuan.
Sementara informasi dihimpun wartawan dilokasi,Mahdi (32) warga yang pada saat itu sedang menyaksikan pelaksanaan panen mengatakan, ongkos dalam satu petak (±400m), berkisar sekitar Rp.125.000,- / perpetak hal ini jauh lebih murah dan lebih cepat jika dilakukan upah kepada pekerja, katanya.
Kalau kebiasaan di Aceh saat datang musim panen pemilik sawah harus mencari pekerja untuk memotong padi (tueng upah), dengan kehadiran mesin canggih produksi Jepang ini fungsi tenaga manusia akan tergeser.
Bahkan hampir tidak ada lagi tenaga manusia yang dibutuhkan baik itu untuk menggarap,memanen, sampai kepada perontok semua mempergunakan mesin.
Sehingga dengan kehadiran alat canggih ini ketengah-tengah masyarakat, jelas fungsi manusia akan semakin tergeser, oleh karenanya hal ini akan menjadi bahan ingatan kepada kita, supaya bisa membekali diri kita dan anak-anak kita dengan skil dan keahlian supaya tidak tergilas oleh kemajuan dan perkembangan zaman, himbau Mahdi. (IW)
