RADAR ACEH | Aceh Utara, Dalam rangaka memperingati hari pahlawan dan mengenang jasa-jasa para pahlawan, pemerintah Aceh Utara menggelar upacara pengibaran bendera merah putih, Kamis (10/11).
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional (HPN) Tahun 2016 dengan mengusung tema "Satukan Langkah Untuk Negeri".
Dalam upacara tersebut turut hadir 1.200 peserta upacara diantaranya,Plt. Bupati Aceh Utara, H.Muhammad Jamil MKes, Kapolres Aceh Utara diwakili Waka, Kompol Suwalto, Kabag Ops Polres Aut, AKP Edwin Aldro, Kapolres Lhokseumawe diwakili Kabag Ops, Kompol Suharmadi, Dandim 0103/Aut diwakili Kasdim, Mayor CZI Indra Puji Triwanto, Danrem 011/Lilawangsa diwakili, Danlanal Lhokseumawe diwakili Wadanlanal, Letkol Laut Muhibbuddin, Sekda Aut, Drs. Isa Anshari, Asisten II Setdakab Aut, Abdul Aziz, Kejari Lhoksukon/Aut, Jabal Nur SH, MH, Ka. Pengadilan Negeri Lhoksukon/Aut, Teuku Syarafi SH MH, Ka. Mahkamah Syari'ah Lhoksukon/Aut, Al Azhari, Kabag Humas Setdakab Aut, Teuku Nadirsyah, Muspika Lhoksukon, dan sejumlah Kepala Dinas, Kabid, Camat, Kapolsek.
Dilanjutkan dengan pembacaan amanat mentri sosial RI, yang intinya, peringati Hari Pahlawan ini sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan.
Peringatan tersebut didasarkan pada peristiwa "Pertempuran 10 November 1945" di Surabaya, sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, dengan memakan korban jiwa yang sangat besar.
Saudara sebangsa setanah air, para partiot bangsa yang budiman, Peristiwa tersebut memberi kita pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah "politik ketakutan", melainkan "politik harapan".
Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan. Pengalaman merebut dan mempertahankan kemerdekaan juga menunjukkan betapa spirit perjuangan dan mental - karakter kepahlawanan memiliki daya hidup yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan dan penderitaan.
Peringatan Hari Pahlawan harus mampu menggali apinya, bukan abunya. Dengan meminjam ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
Semangat Kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat-mutlak dengan tiada mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat Kepahlawanan adalah semangat membentuk dan membangun negara.
Saudara-saudara para patriot bangsa yang budiman, Setiap zaman memiliki tantangannya tersendiri. Dan oleh karena itu, setiap zaman harus mengembangkan respon kepahlawanan yang sesuai dengan zamannya.
Setelah Indonesia merebut kemerdekaannya, Semangat Kepahlawanan tidak cukup hanya dengan mempertahankan patriotisme defensif, kita butuh patriotisme yang lebih positif dan progresif. Patriotisme sejati bukan sekadar mempertahankan melainkan juga memperbaiki keadaan negeri.
Untuk keluar dari berbagai persoalan bangsa hari ini, patriotisme progresif dituntut menghadirkan kemandirian bangsa tanpa terperosok pada sikap anti-asing,(A,rls).

