RADAR ACEH | BANDA ACEH. Asisten Teritorial Kasdam IM Kolonel Inf Nefra Firdaus, S.E., M.M mewakili Pangdam IM secara resmi menutup Penataran Kemampuan Teritorial Tersebar Kodam Iskandar Muda TA. 2016 di Ruang Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Makodam IM. Rabu (30/11/2016) sore.
Penataran yang di ikuti insan teritorial satuan TNI dari jajaran Kodam IM (TNI AD), Lanud SIM (TNI AU) dan Lanal Sabang (TNI AL) guna meningkatkan pembinaan teritorial satkowil TNI guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh.
Pangdam IM dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Aster Kasdam IM bahwa kegiatan terpadu antara TNI AD, AL, dan AU ini guna mensinergikan dan mengatasi kelemahan dalam pemberdayaan wilayah pertahanan dalam kerjasama dan koordinasi dilapangan, baik secara vertikal maupun horisontal dengan semua pihak terkait rencana dan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan wilayah bersama Pemda, instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial oleh TNI AD, pembinaan potensi maritim oleh TNI AL dan pembinaan potensi dirgantara oleh TNI AU.
Pangdam juga menyampaikan kemampuan dan wawasan bidang teritorial terbaru wajib dimiliki oleh aparat kewilayahan dalam mengahadapi perkembangan dan perubahan lingkungan yang begitu cepat dan dinamis yang secara langsung maupun tidak langsung akan bersentuhan dengan kepentingan pelaksanaan tugas sebagai aparat kewilayahan. Guna meningkatkan kemampuan dalam memahami permasalahan aktual yang tengah berkembang di masyarakat seperti potensi konflik sosial yang bersifat sara, politik maupun penguasaan sumber daya alam dan lainya. Sehingga aparat satkowil mampu mengambil tindakan yang tepat selaras dengan karakteristik wilayah dengan terus menjaga kebhineka tunggal ika-an untuk mempererat persaudaraan.
Dalam pelaksnaana Binter, aparat Kowil harus menjadi pelopor bela negara dengan mengamalkan sikap teritorial yaitu senyum simpatik, tegur sapa, salam penghormatan yang didukung dengan lima kemampuan teritorial meliputi kemampuan menemukan setiap potensi kerawanan dengan cepat dan lapor cepat, menejemen teritorial, penguasaan wilayah, kemampuan membina perlawanan rakyat serta komunikasi sosial yang efektif dalam menciptakan ketahanan wilayah yang kodusif serta bisa memberikan pemahaman kepada komponen masyarakat bahwa apa bila ada ancaman terhadap bangsa ini bukan hanya berhadapan dengan TNI tetapi berhadapan seluruh rakyat Indonesia. "Indonesia adalah milik ku, indonesia adalah milik mu dan Indonesia adalah milik kita bersama". Terang Pangdam, (A,rls)
