Ribuan Perawat dan Dokter RSUD Unjuk Rasa Ke DPRK

RADAR ACEH | Langsa, Ribuan perawat dan dokter serta tenaga administrasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa unjuk rasa ke DPRK.unjuk rasa dilakukan terkait sikap Direktur RSUD Langsa yang dinilai arogan dalam menjalankan kepemimpinannya, Selasa (29/11).

dr. Netty Herawaty koordinator aksi dalam petisinya yang dibacakan di depan Ketua dan anggota DPRK Langsa menyampaikan, bahwa kebijakan Direktur RSUD Syarbaini selama ini dinilai otoriter, dan tidak memikirkan dampak bagi keberlangsungan pelayanan RSUD.

Sarbaini juga dinilai arogan dan tidak memiliki etika serta moralitas, sehingga seluruh karyawan RSUD Langsa bekerja di bawah tekanan dan intimidasi. Selain itu mekanisme penerimaan tenaga kontrak juga tidak transparan, serta tidak ada transparansi dalam pembagian dana remunerisasi.

"Serta hubungan antar personal tidak terjalin sebagaimana mestinya dari pimpinan dan bawahan, bahkan, Dirut RSUD Langsa juga jarang masuk kantor, jadi jika ada surat menyurat yang harus ditanda tangani, maka dibawa ke STIkes Bustanul Ulum. Intinya kami bekerja di rumah sakit bukan hormat dengan pimpinan, tapi takut karena gaya kepemimpinan yang arogan dan otoriter," ujar Netty.

Karenanya, diakhir penyampaian petisinya Netty menegaskan bahwa, pihaknya yang terdiri dari dokter, perawat, bidan dan administrasi minta agar Direktur RSUD Langsa Syarbaini dicopot dari jabatannya demi kenyamanan kerja dan layanan rumah sakit.

Sementara itu Ketua DPRK Langsa, Burhansyah, SH dalam tanggapannya mengatakan, pihaknya merespon tuntutan dokter, perawat, bidan dan tenaga administrasi RSUD Langsa. Dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan pansus ke RSUD Langsa terkait laporan dan keluhan dimaksud.

"Kita juga akan segera memanggil Direktur RSUD Langsa dr. Syarbaini untuk penyelesaian masalah ini, yang penting semua dokter, perawat, bidan dan tenaga administrasi bersabar, insyaallah semua ini kita tampung," demikian Burhansyah. ( IW)

Tag : NEWS
Back To Top