BANDA ACEH -- Universitas Serambi Mekah menggelar Seminar Pilkada Aceh 2017 dengan Tema Mencari Gubernur Aceh yang Berintegritas, Bersih dan Anti Korupsi Serta Kilas Balik Kepemimpinan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf di Aula Serambi Mekah, Selasa
20 Desember 2016.
Dr. Jalaludin Spd.Mpd Wakil Rektor Universitas Serambi Mekah sebagai narasumber seminar mengatakan tujuan diadakan seminar untuk Memberikan pemahaman kepada masyarakat dan mahasiswa tentang arti penting Pilkada dalam memilih pemimpin daerah yang berintegritas, bersih dan anti korupsi.
"Pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkada) tidak hanya menjadi fenomena perintah undang-undang, namun telah menjadi suatu kebutuhan bagi rakyat untuk mewujudkan pemerintahan lokal yang demokratis, berpihak pada masyarakat, aspiratif, dan memiliki legitimasi," lanjutnya.
Pilkada, lanjutnya, seakan menjadi rangkaian lanjutan pesta demokrasi yang diharapkan mampu menjadi pengulang sukses peralihan kekuasaan secara konstitusional di Indonesia.
"Meskipun fungsi utama dari pemilu sebenarnya bukanlah untuk melaksanakan kedaulatan rakyat dalam pengertian yang langsung dan hakiki, namun pemilu lazimnya dikaitkan dengan fungsi pelaksanaan kedaulatan rakyat.
Pilkada adalah sarana bagi rakyat untuk mengartikulasikan aspirasi dan kepentingan mereka dalam kehidupan bersama. Melalui pemilu, keabsahan pemerintahan yang berkuasa dapat ditegakan, begitu pula program dan kebijakan yang dihasilkan," imbuhnya.
Menurut Presiden Mahasiswa Serambi Mekah Ulil Asmi, Gubernur Aceh tugasnya mengatur sistem pemerintahan daerah dari perencanaan program daerah, anggaran, pengaturan sistem pemerintahan dengan mengangkat dan memutasikan jabatan pejabat di daerah kekuasaanya menjadi kewenangan kepala daerah tersebut, sehingga Gubernur bersama Wakil Gubernur memiliki posisi strategis dalam men-tata kelola pemerintahan ke arah pemerintahan daerah yang "good governance".
"Namun di sisi lain, apabila Gubernur bersama Wakil Gubernur tidak mampu mengelola daerah dengan baik, maka kehancuran daerah tersebut hanya menunggu waktu untuk itu harapan kita sebagai masyarakat Aceh dan mahasiswa kedepan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh no urut enam Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah bisa terpilih menjadi gubernur Aceh untuk lima tahun kedepan," tambahnya.
Sementara menurut Khairunisa dari FKIP Unsyiah Banda Aceh, Bagaimana peran gubernur Aceh periode 2012-2017 Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf selama memimpin dibandingkan masa gubernur Aceh periode 2007-2012 yang waktu itu gubernurnya Irwandi Yusuf ?
"Selama Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf memimpin Aceh selama sekitar lima tahun dan sekarang telah berakhir masa Jabatannya Aceh tidak ada perubahan kita lihat jalan-jalan di wilayah Abdya dan Aceh Selatan masih Banyak yang rusak dan tingkat kemiskinan semakin meningkat itu, dikarenakan pemimpin sekarang dalam hal ini gubernur tidak bisa memimpin.
Untuk itu kedepan dalam rangka pilkada periode 2017 yang akan datang kita sama-sama mencari dan mendukung calon gubernur yang mampu menyelesaikan masalah di Aceh seperti pembodohan atau SDM, pendidikan dan kesehatan sehingga masyarakat Aceh bisa maju dan sejahtera sesuai dengan harapan kita," ujarnya.
Seminar pilkada 2017 ini dihadiri sekitar 200 orang terdiri dari Perwakilan mahasiswa BEM se Aceh, Tokoh Pemuda/ KNPI/Karang taruna, Tokoh Masyarakat dan Pengurus LSM/OKP. (P-Ar)
