Warga Bungkah Minta Danrem Sikapi Kasus Perampasan Hasil Panen Padi

RADAR ACEH | ACEH UTARA, Warga Bungkah meminta Danrem untuk mesikapi terkait Kasus dugaan perampasan hasil panen padi petani di kawasan Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu oleh pihak LSM Cooperlink Lhokseumawe yang dikawal aparat keamanan dari kepolisian setempat.

Diminta dapat menjadi salah satu atensi Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, sebagai bukti dedikasi TNI dalam melindungi rakyatnya.

Permintaan itu disampaikan oleh Keujreuen Blang Bungkah, Asnawi (61) kepada media ini, disela acara khanduri blang petani di Bungkah minggu 18 Desember 2016 menyikapi polemik klaim areal persawahan warga dikawasan tersebut.

Sehingga berujung pada penjarahan padi siap panen yang dikoordinir oleh LSM Cooperlink, serta mendapat back up puluhan polisi berseragam lengkap, dengan membawa senjata laras panjang.

Ironisnya, kini sawah garapan mereka yang sudah puluhan tahun dikelola malah dipagari pihak LSM. Sekarang, para petani dilarang untuk masuk ke lokasi area yang sudah dipasangi pagar kawat berduri. Sehingga, puluhan KK warga terancam kehilangan mata pencaharian, akibat ulah segelintir oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Kami minta tolong kepada bapak Danrem agar menyikapi persoalan yang menimpa petani Bungkah secara obyektif, arif dan bijaksana. Karena masalah ini secara hukum, sudah incrah di tingkat Mahkamah Agung. Sehingga kami berhak mengarap diatas lahan garapan yang telah kami kelola sejak tahun 1988 silam," ungkapnya.

Dia juga menuturkan, alasannya meminta pertolongan karena saat ini TNI juga bertugas, serta terlibat dalam sektor ketahanan pangan nasional. Sebagai wujud kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Menurutnya lagi kasus tersebut, petani menjadi bulan-bulanan pihak LSM Cooperlink yang menerima kuasa khusus, dari seorang oknum masyarakat untuk menyita semua hasil panen padi. Selanjutnya, seluruh areal sawah yang sudah 28 tahun digarap, dipaksa untuk segera dikosongkan karena dikuasai oleh para pengacau itu dengan dalih sah milik pribadi mereka,"sebutnya.

"Kami merasa ditindas, maka sangat berharap datangnya prajurit TNI yang setia membela rakyat. Semoga bapak Danrem mau merespon dan bersedia memediasi masalah petani Bungkah, karena kami sudah tidak percaya lagi kepada polisi," ujar Asnawi seraya mengaku gara-gara masalah itu dirinya sempat ditetapkan sebagai tersangka, akibat laporan palsu Junaidi Ketua Coperlink,"tutupnya Asnawi, (A,007).

Tag : NEWS
Back To Top