RADAR ACEH | ACEH UTARA - Saat ini banyak oknum wartawan abal-abal yang berkeliaran mencari mangsa khususnya di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Sabtu (03/12).
Oknum Wartawan Abal-abal memakai modus dengan mendatangi acara-acara silaturahmi calon kepala daerah baik di tingkat provinsi, mau pun kabupaten kota.
Selanjutnya oknum tersebut mencatat nama-nama wartawan yang meliput di acara tersebut, selanjutnya oknum wartawan Abal-abal tersebut menyodorkan kepada panitia dengan tujuan meminta uang untuk peliputan acara tersebut.
Hal itu seperti yang terjadi pada acara sulaturahmi calon Gubernur Aceh nonaktif Dr. Zaini Abdullah, yang bertempat di Posko Pemenangan Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN) Wilayah Aceh Utara, Jalan Medan-Banda Aceh, Desa Alue Mudem, kecamatan Lhoksukon, Rabu (30/11/2016).
Menurut keterangan dari panitia acara Mus Muliadi, seusai acara pihaknya didatangi oleh beberapa orang yang mengaku darinya dari wartawan, dengan meminta uang imbalan liputan hingga jutaan rupiah sembari menyodorkan selembar kertas yang sudah tertulis nama-nama wartawan yang hadir,"sebutnya.
"Selamjutnya kami kasih uang 1 juta lebih kepada okmum wartawan tersebut" ungkapnya kepada wartawan media ini, pada Kamis (1/12/2016).
Berdasarkan hasil dari penelusuran oknum wartawan tersebut berinisial KH, FS dan RF. Sedangkan sejumlah wartawan yang dicatut namanya mengaku tidak ada menerima uang sepeser pun dari oknum tersebut. yang diberikan oleh panitia acara.
"Kami tidak menerima imbalan apapun dari panitia mau pun dari oknum wartawan tersebut," kata Arifin yang akrap disapa Cak Ipin wartawan Lintas Atjeh.com yang dimintai klarifikanya.
Di tempat terpisah, Ketua Forum Komunikasi Wartawan Media Online (FKWMOL) Aceh, Razali, mengatakan pihaknya kerap kali menerima laporan bahwa saat ini ada oknum yang mengaku dirinya wartawan, sering kali berkeliaran, dengan tujuan untuk mendapatkan uang. Kata dia, oknum wartawan tersebut dengan wajah bengis itu tak segan-segan memeras para korbannya.
"Namun laporan yang sering saya terima oknum tersebut meminta uang pada panitia acara dengan cara mencatat nama-nama wartawan kemudian disodorkan kepada panitia. Setelah dikasih uang oknum tersebut langsung pergi entah kemana," ujar Razali.
Untuk itu, ia mengimbau kepada pejabat publik apabila didatangi oleh seseorang yang mengatasnamakan wartawan meminta uang atau imbalan apapun diminta untuk menolak dengan tegas.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat luas apabila mendapati oknum wartawan yang dimaksud di atas diminta untuk segera melaporkan ke organisasi wartawan atau melaporkan langsung ke pihak Polisi.
"Karena dengan perbuatan para oknum tersebut dinilai merugikan wartawan lain dan menciderai Pers Indonesia," tutup Razali, (A,007)
