ACEH UTARA - Ketua BEM Unimal Muslem merasa kecewa dengan hasil audiensi yang dilakukan oleh para mahasiswa dengan pihak Pemkab Aceh Utara pada hari ini, yang tidak mempunyai hasil kesepakatan yang jelas, Selasa (17/01).
Pertemuan yang berlangsung di gedung DPRK Aceh Utara siang tadi para mahasiswa meminta pemerintah Aceh Utara untuk merasionalkan kembali terkait dana beasiswa yang diperuntukan bagi santri dan Mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir,"ungkapnya.
Mereka juga mendesak pihak Pemkab Aceh Utara untuk merevisi anggaran beasiswa yang dinilai tidak memenuhi kebutuhan para santri dan Mahasiswa. Pemerintah dalam hal ini dianggap tidak serius untuk memperjuangkan kebutuhan para santri dan Mahasiswa, eksekutif sudah kami Surati namun tidak ada yang hadir.
Pihak dari dinas DPKAD hanya mengirim Nasir sebagai perwakilannya, namun beliau juga tidak bisa mengambil keputusan yang kami minta. Itulah sebabnya kami merasa sangat kecewa seakan-akan tuntutan kami ini bukan hal yang di anggap perlu sehingga rapat pada hari ini harus di jadwalkan kembali,"cetusnya.
Kami para mahasiswa sangat berharap dalam pertemuan tersebut bisa menghasilkan sebuah keputusan yang nantinya bisa dirasakan oleh kawan-kawan kita baik itu dari mahasiswa maupun santri yang ada di Aceh Utara.
Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, wakil ketua DPRK Aceh Utara Abdul Muthalib, ketua MPD Aceh Utara Ibrahim baiwa, dan perwakilan dari dinas DPKAD Aceh Utara. Lanjutnya, meskipun belum ada kesepakatan yang jelas dalam pertemuan tersebut kami tetap akan terus mengawal dan memperjuangkan hal tersebut, agar harapan dan keinginan dari pada teman-teman nantinya bisa segera terwujud,"sebutnya.
Nasir perwakilan dari DPKAD yang tadi hadir sempat mengatakan akan menyampaikan usulan kami para mahasiswa terkait anggaran beasiswa tersebut kepada plt Bupati dan plt sekda selaku ketua tim TAPD Aceh Utara. Dan semoga apa yang telah kami perjuangkan hari ini nanti ada perubahan sesuai dengan kebutuhan sebagai mana tuntutan yang kami sampaikan. Mengingat persoalan pendidikan yang harus disikapi dengan serius dari pemerintah daerah.
Kami para mahasiswa juga menilai selama ini tidak ada perhatian khusus sama sekali dari pemerintah untuk memajukan pendidikan kususnya di Aceh Utara. Sehingga untuk pembahasan anggaran beasiswa seperti ini selalu saja molor dan data nya pun tidak di update tiap tahun sesuai dengan kebutuhan jumlah mahasiswa yang tiap tahun semakin meningkat,"ungkapnya lagi.
Seharusnya pihak dari MPD jauh-jauh hari sudah mengusulkan penambahan anggaran sesuai dengan meningkatnya jumlah penerimaan beasiswa, dan jangan hanya menunggu berapa anggaran yang disediakan kemudian itu yang dipakai, sehingga dana yang dialokasikan tiap tahun itu tidak cukup dan tidak adanya standarisasi yang jelas,"tegasnya. Harapan kami para mahasiswa untuk tahun depan jangan ada lagi kejadian seperti saat ini terjadi, dan mudah- mudahan tidak terulang lagi,"tutup ketua Bem Unimal,(A,007)
Tag :
NEWS
