Bireuen - Kapolres Bireuen adakan konferensi Pers mengenai kondisi pilkada yang membuat paslon yang kalah tidak puas atas hasilnya karena ada indikasi money politik yang diduga dilakukan oleh salah satu paslon, Senin (15/2/2017).
Pada acara tersebut Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto SIK yang didampingi Wakapolres Kompol Siswara Hadi Chandra SIK, Kasat intelkam AKP, Ridwan SH, Kabag Ops Polres Bireuen Kompol Muhammad Rasyid SH.
Kapolres Bireuen menyebutkan Situasi Bireuen paska pencoblosan suara pada Pilkada serentak Tahun 2017 yang sampai hari ini sangat kondusif tak ada kecurangan saat pencoblosan dan pemungutan suara di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan hasil pemungutan suara Pilkada Bireuen membuat paslon yang kalah tak puas atas hasilnya.
Menurutnya Karena ada indikasi money politik (politik Uang) yang terjadi yang diduga dilakukan Paslon nomor urut 6, H Saifannur S.Sos- Dr Muzakkar SH,M.Si,"ujarnya Heru.
Sehingga atas ketidakpuasan hasil pemungutan suara tersebut, rencananya akan dilakukan demo besar-besaran di Bireuen karena sudah ada yang mengirim surat kepada kami dari Aliansi Masyarakat Bireuen yang akan dilaksanakan hari kamis mendatang.
"Kami harapkan kepada pendemo supaya jangan melakukan anarkis dan juga tidak melakuka kerusuhan," harapnya.
Tambahnya lagiami menghimbau semua pihak khususnya media agar bisa meredam aksi demo besar-besaran tersebut, karena laporan kecurangan aksi money politik sedang diproses pihak panwaslih Bireuen, Kita serahkan semuanya di jalur hukum.
Semoga Panwaslih Bireuen bisa menindaklanjuti proses tersebut seadil-adilnya," ujar Kapolres Heru.
Kami berjanji tak akan menghalangi atau menghambat biarkan Panwaslih bekerja, jangan diganggu dengan demo besar-besaran, karena di Panwaslih yang menghendel laporan yang masuk terkait money politik tersebut, harapnya.
Selanjutnya dia mengatakan ada 22 kasus yang dilaporkan ke Panwaslih Bireuen, semuanya tentang money politik, saat ini sedang berlangsung diperiksa.
Polisi tidak bisa menangani langsung, tapi hak dari Panwas untuk menindaknya baru melaporkan ke Peneggakan Hukum terpadu, lalu duduk bersama baru kemudian di proses Panwaslih.
"Saya ucapkan terima kasih kepada media yang selama ini telah membuat kondisi Bireuen tetap aman dan kondusif tanpa adanya berita-berita yang tidak baik supaya terjalin keharmonisan antara kepolisian dan para insan Pers," Tutupnya, (faZ)
