Wow Paslon Harus Jadi Adu Keakuratan Data Dengan Paslon Roh Perjuangan Dalam Debat Publik

BIREUEN - Calon Bupati Bireuen bernomor urut 1 H Ruslan M Daud menjawab dengan lugas menjawab  serangkaian pertanyaan dari Paslon nomor urut 4 H Khalili, SH dalam sesion tanya jawab Debat Publik Kandidat Bupati - Wakil Bupati Bireuen 2017-2022 yang berlangsung di Aula Hotel Bireuen Jaya, sore Kamis, (02/02).

Dihadapkan pada pertanyaan dari paslon nomor urut 4 mengenai meningkatkan angka kemiskinan dan rendahnya angka pendidikan di Aceh.

H.Khalili, SH calon Bupati Bireuen  yang di usung Partai Aceh (PA) melontarkan pertanyaan "tahun 2012 angka kemiskinan 150 ribu lebih, dan tahun 2016 meningkat menjadi 200 ribu lebih dan ini peringkat ke-5 di Aceh dan pendidikan Bireuen menduduki peringkat 23 Nasional ", seiring waktu habis sempat diingatkan oleh moderator, ia sempat menanyakan pada Paslon nomor urut 1, bagaimana anda mengatasinya? "Tanya Khalili.

Dengan tenang,  H Ruslan menjawab "angka kemiskinan 5 terbesar di Aceh itu adalah angka yang salah, apapun yang kita lakukan saat ini sesuai fakta, kenyataan, kejujuran dan untuk apa angka yang memuaskan, tapi kenyataan anak-anak kita bodoh" jelas Ruslan seiring waktu habis ketika menjelaskan yang langsung di stop oleh moderator.

Selanjutnya, Khalili menampik dan mengatakan bahwa " saya yakin, Paslon nomor 2,3,4,5 dan 6 punya data otentik bagaimana penurunan pendidikan di Bireuen, dan juga bagaimana penambahan angka kemiskinan di kabupaten Bireuen, kami Paslon 2,3,4,5 dan 6  masih punya kecerdasan dan hati nurani untuk tidak menipu rakyat yang akan merusak kita dan generasi Bireuen,"ungkapnya Calon Bupati nomor urut 4.

Tak cukup disitu, giliran Paslon nomor urut satu yang lebih dikenal dengan sebutan Harus Jadi, langsung menangkis dengan bijak serangan dengan mengatakan "angka yang kami sajikan bukan angka fiktif, tapi angka real yang kami ambil di Badan Pusat  Statistik (BPS), itu pengakuan negara bukan pengakuan saya," tegas Ruslan.

Ia menambahkan "angka kemiskinan semakin menurun, dimana pada tahun 2012 adalah 18,21 %, 2013 turun 17,65%, tahun 2014 jadi 16%, 2015 menjadi 16,94%" dan tahun 2016 belum keluar data Statistik karena belum  tiba waktunya," ungkap Ruslan, (A,007/Rls).
Tag : NEWS
Back To Top