Kasus penggelapan Sapi Bireuen Mengambang di Polda Aceh

Bireuen - Kepala dinas pertanian Ir Alie Basyah di duga berasil mengelabui penegak Hukum sehigga kasus yang sebelumnya juga sempat ditangani jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen. Namun, penanganannya tak kunjung sampai ke pengadilan, bahkan menghilang begitu saja,"ungkap salah satu sumber yang namanya tidak ingin di tulis, Senin (13/03).

Namun dugaan penggelapan sapi yang sempat menghebohkan masyarakat Bireuen itu ditangani kembali oleh pihak Polda Aceh.

Kabarnya, penyidik Polda Aceh telah memeriksa Kadis Pertanian dan Peternakan Bireuen Ir Alie Basyah selama empat hari berturut-turut, pada tanggal 14/04/2016 yang silam.

Ia juga menyayangkan kasus tersebut sudah menghilang tanpa bekas sampai saat ini, dan
kasus tersebut bermula saat Pemerintah Kabupaten Bireuen mengalokasikan dana Otonomi Khusus atau yang lebih sering disebut (Otsus) tahun 2010 yang lalu dengan nilai anggaran Rp.390 juta, untuk pengadaan 50 ekor sapi bali betina pada kegiatan Dinas Pertanian dan Peternakan Bireuen.

Sapi-sapi tersebut selanjutnya ditempatkan di kompleks peternakan Unit Budidaya Ternak Ruminansia (UBTR) di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Juli, kabupaten Bireuen.

Namun, pada pertengahan tahun 2013, puluhan ekor sapi yang berada di kompleks peternakan UBTR Ranto Panyang, dilaporkan masyarakat telah menghilang secara miterius dari lokasi tersebut.

Diduga kuat, sapi-sapi tersebut digelapkan oleh oknum pejabat Dinas Pertanian dan Peternakan Bireuen. Menurut Sumber di sekitar lokasi komplek peternakan UBTR itu terdapat puluhan ekor sapi, enam ekor kerbau dan dua ekor kuda.

Di lokasi itu ada tiga unit kandang sapi yang dapat menampung 200 ekor sapi, tiga kandang yang dapat menampung 150 ekor kambing, dan 12 hektar lahan penanaman rumput pakan ternak. Di sana juga dibangun dua unit rumah permanen untuk petugas yang ditempatkan oleh Dinas Pertanian Bireuen.

Namun Dari 50 ekor sapi, belakangan hanya tersisa dua ekor sapi. Tidak diketahui pasti ke mana sisa-sapi lainnya. Kuat dugaan, aset Pemkab Bireuen itu sudah dijual oleh oknum tertentu untuk memperkaya diri dan kroni-kroninya, "tutup sumber pada waratawan media ini, (M. Reza).

Tag : NEWS
Back To Top