Ketua NasDem Bireuen Angkat Bicara Mengaku Tidak Pernah Menandatangani Dukungan Kepada Paslon Fakar

BIREUEN - Ketua Partai Nasional Demokrat (NasDem) Bireuen, Ir H Saifuddin, mengaku tidak pernah menandatangani surat pernyataan dukungan kepada pasangan calon (Paslon) bupati-wakil bupati Bireuen nomor urut 6 H Sainannru-Muzakar A Gani (Fakar), sebagaimana yang disebut-sebut selama ini, yang merupakan salah satu partai pendukung paslon yang diusung Partai Golkar tersebut.

"Semenjak saya menjabat sebagai Ketua NasDem tidak pernah menandatangani surat dukungan itu kepada Paslon itu, baik yang diminta oleh Paslon maupun pihak terkaitnya," katanya kepada wartawan, Kamis (9/3).

Menurut anggota DPRA tersebut, dirinya menjabat sebagai ketua NasDem menggantikan ketua lama beberapa bulan lalu, namun dirinya tidak membantah ketua lama yang digantikannya ada menandatangani surat persetujuan atau pihak pendukung calon tersebut.

"Ketika saya menjadi ketua Paslon nomor 6 sedang proses masalah kesehatan, namun ketika dikatakan sudah lolos dari tuntutan ke MA, saya sudah menjadi Ketua NasDem Bireuen, namun saat itu saya tidak pernah diminta tandatangan untuk mendukung Paslon tersebut,"jelasnya.

Sebagai ketua partai NasDem, sambung mantan anggota DPRK Bireuen tersebut, merasa tidak dihargai, walaupun diakuinya mungkin ketua sebelumnya ada menandatangani surat tersebut, sedangkan pada saat dirinya menjabat hal itu tidak pernah dilakukan atau diminta.

"Diminta untuk menandatangani juga tidak pernah," katanya lagi. Dengan tidak pernah menandatangi surat perjanjian atau bukti dukungan dari Ketua Partai NasDem Bireuen, maka semakin banyak masalah yang mendera Paslon nomor enam selain isu yang sangat deras mengalir selama ini tentang diduga kuat melakukan money politic, sehingga memperoleh suara terbanyak dan diumumkan sebegai peraih suara terbanyak atau terpilih menjadi bupati dan wakil buptai Bireuen untuk priode 2017-2022.

Namun, kemenangannya, dianggap curang dan telah mendapat reaksi masyarakat sehingga menggelar demo beberapa kali meminta kasus duagaan money politik yang dilakukannya diusut tuntas.

Bahkan, kabarnya salah satu paslon sudah melayangkan surat kepada pihak pusat, untuk meminta masalah tersebut segera diusut dan juga meminta melaksanakan Pemilu ulang. Karena masyarakat sudah mengetahui sepakterjangnya selama ini, hingga bisa meraup suara terbanyak,
(M Reza).

Tag : NEWS
Back To Top