kisah M.Daud Penyandang Cacat di Aceh Timur Butuh Perhatian Pemerintah

RADARACEH.COM | ACEH TIMUR - Kisah miris yang dialami M. Daud (35) penyandang cacat, warga Seuneubok Tuha, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemis di Kota Idi Rayeuk.

Menurut M. Daud dirinya sudah mempunyai anak tiga diantaranya, Diananofta, Nurmala Hayati dan M.Fadilah. Dua diantara nya sudah duduk kelas empat dan kelas dua sekolah dasar (SD), namun sayangnya anaknya tidak pernah mendapat bantuan berupa apapun dari pihak sekolah ataupun dari pihak lainya dari mulai kelas satu.

M.Daud, walau penyandang cacat dan miskin dirinya juga berkeinginan membahagiakan keluarga dan hidup mencukupi, seperti keinginan  layak orang normal pada umumnya.

Setelah Tsunami Aceh 2004 dirinya pernah membuat permohonan Rumah Bantuan kepada Pemerintah Aceh Timur sampai saat ini tidak ada bantuan apapun yang diterimanya.

Karena tidak sanggub membuat rumah mewah akhirnya M.Daud nekat berutang kesalah satu Toko Bangunan setempat untuk membangun rumah untuk anak dan istrinya.

Pada tahun 2005 M.Daud memiliki Utang 70.000.000'- (tujuh puluh juta rupiah) dan hingga 2017 dirinya masih tinggal hutang 30.000.000'- (tiga puluh juta rupiah).

"Jangankan untuk mebayar hutang untuk makan sehari hari saja saya tidak sanggub, pekerjaan saya hanya meminta belas kasihan orang lain (minta sedekah). Ujar M.Daud kepada Radaraceh.com saat ditemui dikediamanya, Minggu (12/03/17).

M.Daud berharap kepada Pemerintah dan orang dermawan agar membantu orang yang betul - betul  kurang mampu dan cacat fisik seperti dirinya. (Basri)

Teks foto : M.Daud penyandang cacat fisik warga Seuneubok Tuha, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.

Tag : NEWS
Back To Top