RADARACEH.COM | Balikpapan - Dra. Hj. Balkis Khan, M.Hum seorang mantan aktivis HMI yang kerap menghiasi pemberitaan Media Lokal Kaltim lewat pemikiran dan kegiatannya yang selalu mengangkat dan membesarkan adat serta budaya Kalimantan Timur. Beliau juga tidak asing lagi bagi masyarakat Kalimantan Timur khususnya.
Meskipun sudah menjadi Staf Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Mancanegara, Kementerian Pariwisata RI yang berdinas di Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat namun kecintaan tempat kelahirannya Balikpapan, Kalimantan Timur tidak akan pernah pudar.
Kini Baklis Khan berencana ingin mengabadikan Pahlawan Nasional Dr. Kh. Idham Chalid sebagai mana kota ketahui, Idham Chalid diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia, bersama dengan 6 tokoh lain, berdasarkan Keppres Nomor 113/TK/Tahun 2011 tanggal 7 November 2011. Ia merupakan putera Banjar ketiga yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional setelah Pangeran Antasari dan Hasan Basry.
"Beliau adalah seorang yg gigih dan konsisten serta pekerja keras untuk Negara ini. Di masanya beliau politisi yang sangat berpengaruh hingga beliau pada tahun 2011 dianugerahi kedudukan yg mulia sebagai pahlawan Indonesia dan Tahun 2016 lalu oleh Presiden Jokowi. Gambar beliau diabadikan di nilai uang lima ribuan", terang Balkis Khan kepada Radaraceh.com.
"Saya juga ingin mengajak masyarakat mengabadikan beliau dalam prasasti, tugu atau patung pahlawan maupun Museum atau sejenisnya. dan Terkait dengan hal ini kami sudah berkonsultasi dengan pihak keluarga ahli waris Idham Kholid dan mendapat tanggapan positif" imbuhnya.
Balkis berencana melaksanakan kegiatan yang muncul lewat ide brilliannya ini pada bulan Mei bersamaan Hari Pendidikan Nasional.
Kegiatan ini akan diramaikan Wayang, Pagelaran Budaya yang diikuti perwakilan paguyuban/persatuan maupun bubuhan masing-masing suku, acara musik yang diisi artis ibu kota semakim menambah semarak.
Kemudian ada seminar sehari yang dihadiri Tokoh Nasional dan Tokoh Sejarawan yang sudah kami mediasi yang bersangkutan. Balkis sangat berharap restu kepada pihak perangkat daerah baik formal maupun informal. Selain itu masyarakat bisa ambil handil lewat festival kuliner yang menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Kaltim.
Harapan Balkis acara diselenggarakan di Kalimantan Timur dengan tetap melibatkan dan mengundang para Kepala Daerah sekitarnya jadi tidak hanya dihadiri Gubernur Kaltim namun Baklis akan mengundang Gubernur Kalsel, Gubernur Kalbar dan Gubernur Kaltara dan Tokoh Daerah setempat.
"Harapan saya mengabadikan sebagai icon untuk Pahlawan Nasional Kalimantan secara Keseluruhan sehingga akan melibatkan seluruh Kepala Daerah yang ada di Kalimantan jadi tidak hanya di Kalimantan Timur, dan saya akan membuat Buku serta Sovener maupun lelang barang yang bukunya dan lelangnya akan ditanda tangani oleh ahli waris Pak Idham Chalid", papar Balkis Khan.
Baklis menitipkan pesan agar kita para pemuda mengikuti jejak Pahlawan Idham Chalid yang gigih dan selalu berbakti kepada Negara tercinta kita Indonesia.
"Saya sebagai keturuan asli berdarah Banjar merasa sangat bangga dengan jiwa dan karekter kegigihan, ketekunan Idham Chalid sehingga diabadikan di pecahan uang lima ribuan sebagau hikmah dan tujuannya agar kita pemuda mampu mencontoh beliau yang mengabdi kepada Nusa dan Bangsa hingga akhir hayatnya", tutupnya.
Sekilas jasa Idham Chalid dalam perjalanan baktinya untuk Negara Kesatyan Republik Indonesia;
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-4
Masa jabatan
28 Oktober 1971 – 1 Oktober 1977
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ke-6
Masa jabatan
28 Oktober 1971 – 1 Oktober 1977
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia ke-3
Masa jabatan
6 Juni 1968 – 28 Maret 1973
Wakil Perdana Menteri Indonesia
Masa jabatan
24 Maret 1956 – 9 April 1957
Perdana MenteriDjoeanda Kartawidjaja
Masa jabatan
22 Februari 1966 – 28 Maret 1966
Perdana Menteri Soekarno
Masa jabatan
28 Maret 1966 – 25 Juli 1966
Menteri Sosial Indonesia
ad-interim
Masa jabatan
12 Desember 1970 – 11 September 1971
Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia ke-7
Masa jabatan
1978 – 1983
Dr. KH. Idham Chalid (lahir di Satui, Kalimantan Selatan, 27 Agustus 1921 – meninggal di Jakarta, 11 Juli 2010 pada umur 88 tahun) adalah salah satu politisi Indonesia yang berpengaruh pada masanya.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda.
Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR. Selain sebagai politikus ia aktif dalam kegiatan keagamaan dan ia pernah menjabat Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama pada tahun1956-1984.
Pada tanggal 19 Desember 2016, atas jasa jasanya, Pemerintah Republik Indonesia, mengabadikan beliau di pecahan uang kertas rupiah baru, pecahan Rp. 5.000,- .(RI/Znd)
