Meunasah Pertama Yang Dibangun Aksi Cepat Tanggap (ACT) Telah Rampung

ACEH - Pasca gempa bumi berkekuatan 6.4 SR mengguncang Pidie Jaya dan sekitarnya Rabu (7/12/2016), Aksi Cepat Tanggap (ACT) terpanggil untuk turut serta membangun kembali spirit Pidie Jaya dan masyarakat yang tertimpa bencana, Selasa (28/03).

Selain menangani kebutuhan para pengungsi di beberapa titik kamp pengungsian. Tim Tanggap Bencana - ACT untuk gempa Pidie Jaya berfokus pada program pembangunan kembali meunasah-meunasah yang roboh akibat gempa.

Terdapat lima Meunasah yang dibangun kembali yaitu (1) Meunasah Grong-Grong Krueng, Kecamatan Meureude, (2) Meunasah Gampong Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, (3) Meunasah Gampong Meue, Kecamatan Trienggadeng, (4) Meunasah Peulandok Tunong, Kecamatan Trienggadeng, dan (5) Meunasah Rhing Krueng, Kecamatan Meureudu.

Kelima meunasah tersebut roboh saat gempa, bangunan lama yang roboh diratakan dan dibangun kembali dengan bangunan permanen dan konstruksi tanggap gempa. Komplet dengan fasilitasnya seperti: tempat wudhu', toilet dan fasilitas meunasah lainnya.

Selain membangun kembali lima meunasah di lima gampong, ACT juga merenovasi lima meunasah lainnya yang rusak akibat gempa. Kelima meunasah yang direnovasi oleh ACT terletak di (1) Gampong Nanggroe Timu, Kecamatan Ulim, (2) Blang Iboih, Kecamatan Bandar Baru, (3) Sawang, Kecamatan Bandar Baru, (4) Uteun Bayu Dusun Tunong, Kecamatan Bandar Dua, dan (5) Uteun Bayu Tanjung Mulia, Kecamatan Bandar Dua.

ACT juga merenovasi dua sekolah di Pidie Jaya, (1) TKIT Gampong Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu dan (2) SDN Alue Sane, Kecamatan Bandar Dua. Untuk menghidupkan kembali geliat ekonomi masyarakat korban Gempa, ACT telah membangun 6 rumah produksi batu bata merah di Kecamatan Trienggadeng.

Segala puji bagi Allah, pada Senin (27/3/2017), Meunasah pertama dari rangkaian program pembangunan dan renovasi Meunasah di Pidie Jaya oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah selesai dibangun. Meunasah yang telah dibangun kembali tersebut terletak di Gampong Meunasah Grong-Grong Krueng, Kecamatan Meureudu.

Proses pembangunan Meunasah di Pidie Jaya dikerjakan oleh Tim konstruksi ACT yang didatangkan dari Kota Yogyakarta. Tim konstruksi ini sudah bekerja sama dengan ACT sejak Merapi meletus hebat tahun 2010. Mereka akrab dengan proses rekonstruksi bangunan tahan bencana.

Untuk Pidie Jaya, Program ACT pemulihan pasca bencana bertopang pada pemahaman Integrated Recovery Program yakni konsep pemulihan yang terintegrasi. Pemulihan yang tidak hanya berpangku pada urusan pembangunan ulang fasilitas fisik saja.

Sesuai dengan lini waktu (timeline) pemulihan gempa Pidie Jaya, pasca pemulihan fisik tuntas, akan dilanjutkan dengan program pemulihan ekonomi dan pemulihan sosial.

Impak akhirnya adalah untuk menguatkan ekonomi masyarakat korban gempa. Lalu memulihkan kembali kehidupan sosial bermasyarakat yang sempat dirundung trauma, shock, dan takut ketika gempa pertama kali mengguncang Rabu (7/12) silam.

ACT sangat memahami bahwa meunasah adalah pusat peribadatan dan peradaban masyarakat Aceh, memulihkan fisik dan fungsi meunasah adalah sama dengan membangun kembali spirit masyarakat Aceh.

Oleh karena itu ACT berikhtiar untuk merampungkan semua meunasah yang sedang dibangun dan direnovasi sebelum bulan Ramadhan tiba. Agar masyarakat Pidie Jaya dapat menggunakannya untuk kegiatan buka puasa bersama, shalat tarawih dan kegiatan-kegiatan lainnya di bulan Ramadhan.

Mari dukung ACT untuk membangun kembali spirit Pidie Jaya dengan berdonasi melalui rekening: Bank Syari'ah Mandiri: 7089786023 Bank Mandiri: 127 000 7721 BNI Syari'ah: 66 0000 6008

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Jl. Tgk. Daud Beureueh No. 46, Banda Aceh. Telp: 0651 7315752
SMS: 0852 1000 1226,(AN,01)

Tag : NEWS
Back To Top