Pidie - Terkait Polemik Rektor Almuslim yang menggiring nama baik Jabal Ghafur melalui statement Ketua Persatuan Alumni Almuslim, Munazir Nurdin S.Sos membuat berang Civitas Akademika Unigha dan para Alumni Jabal Ghafur Sigli, Pidie.
Bagaimana tidak, dikutip dari laman sebuah media online, Ketua Persatuan Alumni Almuslim yang juga pernah menjabat Ketua Komisi A DPRK Bireuen tersebut mengatakan," saya khawatir Perguruan Tinggi Almuslim akan mengikuti jejak nasib Universitas Jabal Ghafur Sigli yang kini hanya tinggal nama,".
Pendapat tersebut di nilai mencemarkan sekaligus mendiskreditkan nama baik Universitas Jabal Ghafur (Unigha) dimata publik secara umum.
Rektor Universitas Jabal Ghafur, Drs. Sulaiman, M.Pd sangat menyayangkan pernyataan Ketua Alumni Almuslim perihal statementnya dimedia, Rabu (22/03).
"Seharusnya yang berangkutan tidak mengaitkan bola panas yang sedang bergulir diinternal Almuslim dgn nama Unigha. Ini terkesan seperti buang badan dan sangat konyol". ujar Rektor Unigha melalui Kabag. Humas, Syah Reza, S.Pd
Keberadaan Kampus Unigha sudah sangat lama dan telah menghasilkan ribuan lulusan sejak masa berdiri hingga saat ini.
Bahkan sekarang Unigha telah masuk dalam Cluster 2/3 di Kemenristek Dikti.
Dalam tahun 2016 saja, Unigha telah meraih Akreditasi B pada 3 Program Studi dan ditahun ini Unigha menargetkan peningkatan mutu yang signifikan terutama peningkatan akreditasi program studi.
"Bek ureung droe neuh yang meulho di Almuslim, ka neujak ba nan Unigha" tegas Drs. Sulaiman.
Kabag Humas Unigha, Syah Reza, S. Pd mengultimatum dan meminta saudara Munazir Nurdin, S.Sos selaku Ketua Persatuan Alumni Almuslim untuk mengklarifikasi pernyataannya dimedia terkait Unigha.
"Jika pernyataan tersebut tidak saudara klarifikasi dalam 2 hari kedepan sejak berita tersebut dilansir, maka kami akan menempuh jalur hukum," ujar Reza yang juga alumni Alumni Unigha, (RI,01).
