LHOKSEUMAWE --- Satuan pengamana atau satpam yang bertugas di Politeknik Negeri Lhokseumawe mengeluh adanya biaya yang sangat besar dan harus disetor untuk dapat mengikuti pelatihan Satpam selama 21 hari, Jum,at (10/03).
Menurut mereka, biaya yang harus disetor kepada salah satu pegawai dilingkungan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) sejumlah Rp. 4.350.000 guna mengikuti pelatihan selama 21 hari.
"Kami diharuskan mengikuti pelatihan yang diadakan di SKB dengan biaya sendiri. Biaya yang dipatok pun sangat besar," ungkap sumber yang minta namanya dirahasiakan, Jumat 10 Maret 2017.
Mereka mengaku tidak memiliki uang sebesar itu, sehingga harus menjual apa saja untuk dapat mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. "Kami sudah lama bekerja, seharusnya politeknik dapat membantu meminjamkan dana yang nanti dipotong dari gaji kami, tapi hal tersebut tidak dilakukan oleh politeknik," lanjutnya.
Menurut mereka, pelatihan dimaksud agar Satpam memiliki sertifikat dan berdasarkan arahan dari Polres.
Sementara itu, Pegawai PNL tempat para Satpam menyetor uang pelatihan membenarkan adanya pelatihan bagi satpam berlokasi di SKB. "Uang itu dari para peserta sendiri, bukan dari Politeknik yang diperuntukkan bagi uang makan mereka, baju dan penginapan," ujar Abdullah yang dihubungi via telepon selular.
"Satpam harus memiliki KTA, saat ini semua satpam di lingkungan Politeknik merupakan satpam bodong karena tidak memiliki KTA Satpam," pungkasnya.
Menurut dia, pelatihan yang dilatih oleh Polisi dari Polres dan Polda dimaksudkan agar mereka memiliki KTA dan biaya harus ditanggung oleh peserta bukan Politeknik.
"Pelatihan boleh diikuti oleh siapa saja, masyarakat juga bisa asal membayar biaya pelatihan sebesar Rp. 4.350.000 yang nanti akan kita setor ke Polres sebagai pelatih," lanjutnya.
Satpam yang belum memiliki KTA, lanjutnya, kedepan akan dikeluarkan dari Politeknik Negeri Lhokseumawe atau perusahaan yang memenangkan lelang dengan politeknik perihal mempekerjakan satpam. "Satpam yang tidak memiliki KTA akan dipakai oleh perusahaan yang memenangkan lelang nantinya," pungkasnya diujung telepon. (A007)
