RADARACEH.COM | BANDA ACEH - Terkait pernyataan Bupati Aceh Timur di salah satu media cetak, bahwa Pemngkab Aceh Timur menargetkat merehab sekitar 13 ribu unit rumah duafa atau rumah tak layak huni (RTLH) mulai tahun ini hingga 2022 mendatang yang sumber anggarannya dari dana desa (ADG).
Ketua LSM Acheh Future Razali Yusuf menyikapi pernyataan tersebut, menurutnya, dana untuk merekontruksi atau merehabilitasi rumah masyarakat yang kurang mampu masih banyak cara lain selain mengunakan ADG, apa lagi di Aceh Timur banyak perusahaan besar yang beroperasi, Pemerintah bisa meminta perusahan tersebut untuk membatu alokasikan dana untuk membatu rakyat. Ungkap Razi melalui rilis kirimannya kepada Radaraceh.com, Senin (13/03/17).
Tambah Razali, terkait dugaan dengan yang disebutkan masih ada calo yang meminta uang proposal pada masyarakat sebanya 100 ribu, menurutnya itu karena pemimpin masih kurang peduli terhadap keluhan rakyat menengah kebawah, sehingga hal itu terjadi. "Seharusnya Pemerintah membentuk dua tim untuk pendataan rumah masyarakat yang berkatagori kurang mampu, yang pertama tim verifikasi data, yang kedua tim memvalidkan data, supaya masyarakat tidak usah membuat proposal untuk mendapatkan angin syurga, karna rumahnya tak kunjung di bangun" Ungkapnya
Lanjut Razali, "Kalau memang Bupati ingin membatu rakyatnya, bawalah dana dari pusat, sedangkan dana untuk program lain bisa di lobi.
Dan dana yang di alokasikan untuk program lomba sepeda santai kan bisa di alikan untuk membantu rakya yang saat ini hidupnya seperti sebelum Aceh damai, seperti salah satu di atara ribuan rumah tidak layak huni yang kita dapatkan rumah yang di huni Rusna (39) Janda miskin warga Gampong Bandroeng, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur" Jelasnya
Menurutnya, rumah Rusna mulai dari atap hingga dinding rumahnya masih terbuat dari bahan Rumbia. "Ini salah satu bukti bahwa kepedulian pemerintah pada masyarakat yang kurang mampu masih sangat kurang. Tutup Razali. (*)
