Diduga Aksi Pungli Di RSUD Dr. Fauziah Bireuen Meningkat Tajam

Bireuen - Aksi pungli di kalangan RSUD dr. Fauziah Bireuen semakin meningkat seperti yang sempat di beritakan dalam beberapa hari yang lalu di media online, Minggu (09/04).

Hal tersebut terkesan begitu bebas, karena mereka melakukan aksi secara terang terangan, hal tersebut juga sudah berlangsung lama dari tahun ketahun, sehigga sudah dua direktur yang harus berhadapan dengan para penegak hukum, dan hal tersebut berhasil di ungkap dengan cepat,"ungkap narasumber yang namanya tidak ingin ditulis.

Lanjutnya kali ini RSUD dr. Fauziah Bireuen ini seakan tidak pernah gentar dengan para penegak hukum. Pasalnya hal tersebut masih juga terulang dan sengaja dilakaukan dengan bebas oleh para penguasa di Bidang kepegawaian rumah sakit itu.

Sampai saat ini belum ada yang berani mengambil tindakan langkah yang seharusnya di lakukan oleh para penegak hukum seperti berita yang pernah di tulis di bawah ini.

RSUD dr. Fauziah Bireuen kini menjadi perbincangan yang tak sedap, pasalnya rumah sakit itu yang juga tempat lahan empuk bagi pemangsa korupsi menjadi lahan sentral untuk bisa di nikmati sesama pegawai RSUD dr.Fauziah Bireuen.

Bukan hanya itu sesama bidang atau sama profesi juga ikut di peras dengan cara yang berbeda-beda ,mereka selalu bisa menghalalkan segala cara dalam bentuk agar bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan besar, seperti kenaikan pangkat kita dapat menyetor berkisar jutaan rupiah. Seperti pernyataan salah satu sumber RSUD dr. Fauziah Bireuen,mengakui dirinya harus menyetor melalui kepegawaian yang bernama Edi ,Kata sumber yang tidak ingin namanya di tulis.

Dirinya menambahkan uang itu untuk di setor ke kantor BKPP Kelakuan di bidang kepegawaian ini sudah lama mereka lakukan. Kalau
tidak percaya tanyakan langsung ke pegawai lainya.

Begitu juga dengan sumber lainnya, kalau di bagian itu sudah umum karna saya sudah 2 kali Naik pangkat juga harus membayar 2 Juta ,kami ingin melaporkan kepada penegak Hukum karna kami tahu mereka tidak akan menindak lanjuti karna ada beking sangat kuat di kejaksaan Negri Bireuen.

Kata salah satu sumber yang tidak ingin namanya di tulis. Permainan itu di mainkan oleh kasukbag kepegawaian RSUD dr.Fauziah Khairuna bersama kroni-kroninya. Namun saat di konfirmasi kasubag kepegawaian Khairuna melalui handphone pribadinya membantah kalau dirinya tidak pernah meminta biaya kenaikan pangkat. Tapi kalau di beri kami ambil kata kasubag kepegawaian rumah sakit RSUD. Dr fauziah Bireuen.

Begitu juga dengan pernyataan Edi SKM staf kepegawaiyan RSUD dr.Fauziah Bireuen. Dengan wajah yang lesu menjawab yang senada dengan kasubag namun yang anehnya lagi beberapa sahabatnya ingin mengkondisikan wartawan ini.

Agar tidak di beritakan dengan iming-iming uang yang sangat megiurkan tapi semua cara yang di lakukan tidak dapat mehentikan Tugas jurnalis. Direktur Rumah sakit dr. Muhktar untuk dapat di konfirmasi terkait anggotanya yang melakukan tindakan pidana korupsi terhadap pengurusan Kenaikan pangkat yang sempat di beritakan media ini.

Saya tidak mengetahui dan tidak menyuruh kalau ada yang tunjuk maka akan kita beri sangsi. sangsinya tergantung saya, Pokoknya saya beri sanksi.

Bila perlu kedua belah pihak yang memberi dan menerima sama. Bila yang memberi juga kita kirim ke BKPP. Itu sebenarnya untuk kenaikan pangkat ada yang hal-hal yang harus dibuat sendiri dan ada hal yang dari manajemen ,kadang orang itu hal yang harus di siap tapi manajemen yang kerjain. Kecuali uang itu,uang minum yang di berikan. Apabila mereka melakukan pemaksaan seperti itu,maka mereka akan di beri sangsi . (M. REZA)

Tag : NEWS
Back To Top