Pemkab Jangan Terlalu Cepat Menutup Akkses Aceh Utara

Lhoksukon - Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (EK-LMND) mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan menutup Akademi Kesehatan (Akkes) Aceh Utara, Selasa (11/04).

"Bila Akkes Aceh Utara ditutup, kami menyanyangkan keputusan yang diambil pemkab, karna mengingat kampus tersebut sudah lama berdiri,"Kata Ketua Departemen Pengembangan Organisasi EK-LMND Aceh Utara-Lhokseumawe, Arif Rizqi Ab kepada awak media, Minggu (9/4/2017).

Lanjut, Arif Rizqi, Akkes Aceh Utara  sudah banyak melahirkan lulusan-lulusan terbaik untuk mengabdi untuk ke masyarakat, penutupan Akkes sangat merugikan Alumni, Mahasiswa Akkes milik pemerintah serta masyarakat Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

"Sesuai aturan yang berlaku, pengelola pendidikan tinggi merupakan wewenang pemerintah pusat bukan daerah, maka itu, dalam menyikapi surat keputusan dari Kemendagri pemkab harus mempertimbagkan keputusan yang akan diambil," Ujarnya.

Arif Rizki menambahkan pemkab harus mengabil opsi lain yaitu dengan cara kampus yang berplat merah tersebut bergabung ke Universitas Malikussaleh (Unimal) atau Politeknik Lhokseumawe.

Dalam tahun ajaran ini, Akkes Aceh Utara tidak lagi menerima mahasiswa baru , karena proses belajar dan mengajar di akademi itu tinggal 2 tahun lagi.

Sedangkan mahasiswa yang ada saat ini, hanya menyelesaikan proses pendidikannya saja.

Selain itu, gedung Akademi itu akan di jadikan Unit Pelayanan Unit Daerah (UPTD) Dinas kesehatan Aceh Utara, Bahkan bisa dijadikan tempat diklat dan pelatihan pemerintah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe

"Kami mengharapkan kepada Pemkab Aceh Utara agar mengambil langkah yang tepat terkait penutupan Akkes Pemda dan memikir resiko kedepannya bila Akkes itu ditutup," pungkasnya. (Rilis)

Tag : NEWS
Back To Top