Pasar Gandapura Diserbu Masyarakat, Akibat Harga Daging Tembus Rp 170 Ribu

RADAR ACEH | Bireuen-  "Meugang" sudah jadi tradisi turun temurun  di Aceh, hari yang dirayakan setahun tiga kali itu Meugang menyambut Ramadhan, Meugang Hari Raya Idul Fitri dan Meugang Hari Idul Adha.

Meugang ditandai dengan menjamurnya para penjual daging sapi disetiap pusat pasar kecamatan yang diserbu oleh masyarakat untuk membeli daging untuk dimasak dan dinikmati bersama anggota keluarganya.

Bukan berarti hari hari biasa masyarakat Aceh tak makan daging, khusus hari Meugang seperti "Makan Daging Massal" berlaku di Bumi Serambi Mekkah 

Amatan media Radar Aceh di Pasar Gandapura, Jum'at: 26/5/2017 harga daging berkisar Rp. 160 ribu sampai dengan Rp 170 ribu, kenapa tidak, rata-rata rata penjual, memotong "sapi gampong" atau sapi lokal Aceh yang rasa dagingnya lebih gurih dan empuk.

Walau harganya mahal, ketimbang hari biasa, namun antusias masyarakat membeli daging di hari Meugang tetap tinggi, walau menguras kantong mereka yang sebagian besar fakir miskin yang penghasilan pas pasan 

Sebagaimana informasi sebelumnya yang dilansir salah satu media online beberapa waktu yang lalu, anggota DPD RI asal  Aceh Sudirman mengatakan " Kalau harga daging di jual di atas Rp.130 ribu itu bisa dikenakan sanksi tindak pidana, apalagi keluarnya Permendag Nomor 20 tahun 2017 pada bulan April lalu telah mengatur harga kebutuhan pokok termasuk harga daging paling tinggi Rp 120 ribu, ungkap Senator Aceh itu yang terkenal sebagai tokoh Haji Uma dalam serial Komedi Aceh Eumpang Breuh 

Sementara itu, Abakar (52) salah satu penjual daging di pasar Gandapura atau pasar Keude Geurugok mengatakan " sebenarnya kami merasa susah dan serba salah menjual daging dengan harga yang begitu mahal, kami tak bisa berbuat banyak karena sapi yang kami beli pun harga cukup mahal yang mengalami kenaikan harga sampai 35 % per ekornya dari pada hari biasanya. Walau untung tipis, kami terpaksa harus jualan mengingat demi anak isteri dirumah, ujarnya 

Lain hal nya dengan Saifan (56) salah satu pembeli daging, warga setempat yang berhasil di konfirmasi media Radar Aceh, menjelaskan " harga daging dari tahun ke tahun memang semakin naik, apalagi dari kemarin dan hari ini Meugang harganya tinggi, walau harga Rp.170 ribu per kg, kami harus membelinya demi anak isteri dirumah yang sudah menunggu saya bawa pulang daging", cetus nya 

Lanjutnya, "saya pribadi berharap kepada pemerintah Aceh dan khususnya pemkab Bireuen untuk kedepan bisa menekan harga jual daging sapi di hari Meugang yang selalu naik drastis. Sayangilah kami orang miskin, yang bersusah payah mencari uang demi untuk sekilo daging", pungkasnya [SR]



Tag : NEWS
Back To Top