RADARACEH.COM | Banda Aceh - Asosiasi Profesi Ilmu Sosial Aceh (APISA) bekerjasama dengan Prodi PMI UIN Ar-Raniry mengadakan diskusi jelang berbuka puasa dengan tema "Spirit Ramadhan Bingkai Kearifan Lokal dalam Menjaga keutuhan keberagaman" Di gedung Aula Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.Selasa (12/06/17)
Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Drs. Baharuddin, M.Si, Dalam paparan pembukaan beliau mengajak semua elemen masyarakat lintas keilmuan untuk saling menjaga diri di bulan ramadhan.
Lebih lanjut beliau menyambut baik kegiatan ini, karena pembahasan keberagaman didalam bingkai kearifan lokal penting bagi mahasiswa dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, apalagi belakangan ini isu keberagaman sedang menjadi trending topik dan sepatutnya mahasiswa mengetahui hal tersebut.
Selanjutnya perwakilan dari APISA, Masrizal, MA juga dengan nada yang sama menyambut baik atas terlaksannya kegiatan ini berkat kerjasama dengan Prodi PMI, yang dipimpin oleh Dr. T. Lembong Misbah, MA.
Kegiatan ini adalah pertama kalinya dari misi yang diembang oleh APISA. Organisasi profesi ini sejak tahun 2015 lalu diperkenalkan ke publik. Organisasi ini telah memiliki perwakilannya pada masing-masing perguruan tinggi di Aceh, yakni Unsyiah, UIN Ar-Raniry, Unimal, UTU, Unida, STAIN Tgk. Direundeng Meulaboh, STAI Alhilal Sigli, dan beberapa PTN/PTS se-Aceh.
Harapannya APISA ini menjadi sebuah organisasi Profesi yang mampu memberikan solusi masalah sosial yang dihadapi ditengah-tengah masyarakat dan membantu pihak pemerintah dan swasta dalam memberikan kontribusi.
Rekomendasi yang dilahirkan dari diskusi singkat tersebut adalah: Pertama, Spirit Ramadhan harus menjadi pondasi kuat dalam menjaga keutuhan keberagaman di Indonesia, khususnya di Aceh dengan penguatan kearifan lokal di Aceh, yakni Syariat Islam yang harus menjadi contoh bagi wilayah lain. Kedua, Mahasiswa harus menjadi orang yang terdepan membela hak-hak individual masyarakat dalam menjaga berlangsungnya keutuhan keberagaman di Aceh. Ketiga, semua Pihak harus menjaga Aceh yang berlandaskan pada Syariat Islam harus menjadi contoh yang baik bagi semua, apalagi Aceh sedang di pantau oleh masyarakat diluarnya dalam mempraktikkan Syariat Islam.
Pemateri dalam acara ini antara lain Dr. T. Lembong Misbah, MA, Masrizal, S.Sos.I, MA, Muhajir Alfairusy, MA, Rian, M.Si dan Mustaqim, S.Sos. Acara ini ditutup dengan buka bersama. (RI/Rls)
Tag :
NEWS
