Diduga ADD Gampong Blang Panyang Sarat Penyimpangan dan Rawan Korupsi

LHOKSEUMAWE - Terkait berita Dana Desa tahun 2016 di Desa Blang Panyang Kecamata Muara Satu Kota Lhokseumawe, diduga sarat dengan penyimpangan dan diduga kuat oknum bendahara dengan sengaja memanipulasi data pengeluaran dari dana ADD, Selasa (18/06).

Dari laporan yang dibuat oleh bendahara Desa Blang Panyang Fitri, dan dana ADD tersebut ikut dinikmati oleh oknum dari dinas BPM kota Lhokseumawe.

Berikut rincian pengeluaran, kak Ami,Rp 500, kak Ana Rp 300, kak Asnen Rp 1 juta, kak Suci Rp 300, pembayaran makan minum untuk BPM Rp 900. Ditambah pembelian tas tali kur untuk Ami Rp 220, kak Ana Rp 220, buk Yani Camat Rp 220, kak Asnen Rp 220, buk Lia BPM Rp 220, buk Suci.

Selanjutnya pembelian bros masing-masing untuk Ami Rp 50, Ana Rp 50, Asnen Rp 50, Suci Rp 50, Ita Rp 50.

Anehnya lagi 4 orang anggota BPM yang berkunjung ke Desa Blang Panyang dibayar sebesar Rp.600 ribu,namun saat di komfirmasi ke kabid beberapa waktu yang lalu di ruang kerjanya,anggota BPM kota Lhokseumawe tidak pernah turun ke TK pembangunan,namun ada pendamping Desa yang sudah melaporkan bahwa pekerjaan sudah rampung 100%,"kata kabid bedasarkan LPJ kilahnya sambil mengakatan jangan pancing orang marah bulan puasa.

Selain itu pembelian barang tidak dilengkapi dengan bon faktur hanya dibuat kwitansi saja, saat kembali ditanya kabid BPM langsung naik pitam, saya tidak bisa berikan data kalau mau minta ama atasan saya,"ucapnya dengan nada sedikit meninggi,

Pada pembelian ampli merek toa yang di beli oleh Imam Gampong Blang Panyang dengan anggaran Rp 6.000.000 tanpa ada bon faktur dari toko, saat di komfirmasi beberapa waktu yang lalu melalui seluler pribadi imam gampong mengaku ampli toa tersebut dibeli dengan harga Rp 4.000.000 dan di tambah lagi ongkos becak,"katanya.

Selanjutnya pengeluaran operasional untuk proses penarikan dana, makan minun keuchik TPK dan Bendahara sebesar Rp 1 juta, mernurut Keuchik Blang Panyang yang di hubungi saat penarikan saya tidak pernah diajak dan tanpa ada perintah dari saya, dan diduga kuat bedahara Gampong Blang Panyang gunakan rekening pribadi untuk proses pencairan untuk memuluskan semua aksinya itu diduga dibantu oleh beberapa oknum.

Selanjutnya dana ADD digunakan untuk sumbangan bang Boyhaqi yang juga tuha 4 gampong Blang Panyang sebesar Rp 2.000.000,untuk pembuatan RAB yang diserahkan pada TPK sebesar Rp 500.000, selanjutnya dana untuk asistensi RAB sebesar Rp 6.132.000, bayar hutang Hycom (foto Copy dll) sebesar Rp 773.000, tanpa ada keterangan yang jelas,dan saat berita ini ditanyangkan wartawa media ini belum bisa melakukan komfirmasi kepihak dinas terkait, (A,007).

Tag : NEWS
Back To Top