Bireuen - Warga Samalaga diduga mengelabui warganya sendiri dengan berkedok melalui Aspirasi Dewan tahun 2016, salah satunya bernama Sabirin yang juga seorang pengusaha foto copy yang bernama Raja Dinasti fotocopy, Jum,at (16/06).
Awalnya saya disuruh membuatkan satu proposal pada tahun 2016. Atas nama Dinasti Foto copy, yang di ketuai saya sendiri atas nama Sabirin selaku ketua kelompok,"jelasnya.
Namun begitu sudah ada bayangan bantuan mau keluar tiba-tiba datang Mantan bendahara ke Kantor camat Samalaga yang bernama Sulfikar Sani, dengan mengatakan bahwa bantuan tersebut akan diambil alih karena itu milik pengurus partai kata ketua kelompok kepada wartawan media ini.
Lanjutnya saya pun heran saya pikir setelah keluar bantuan tersebut ,saya akan memberikan sedikit uang minum untuk yang mengurus proposal saya, tapi tiba-tiba malah hasil batuan tersebut diambil alih oleh Zulfikar Sani, yaitu Satu unit mesin Foto copy dan dua komputer yang di bawa oleh Zulfikar Sani yang sekarang dikelola sendiri di toko yang bernama Pulo Foto copy,"ungkapnya lagi.
Saat dikonfirmasi wartawan Radaraceh, Zulfikar Sani mantan bendahara camat Samalaga dan juga merangkap sebagai ketua koperasi Ilham Jaya. Yang juga penerima traktor melalui Aspirasi dewan membantah terkait yang di katakan ketua kelompok Dinasti.
Saya tidak mengambil mesin yang disebutkan itu, karna itu bukan urusan saya itu milik kelompok Dinasti dan saya tidak ada urusan,"jelasnya.
Tambahnya kalau yang saya terima traktor 4WD, itu pun karna saya sebagai ketua koperasi dan itu terkait Toko Pulo Foto copy itu bukan kedei saya itu milik kelompok kata Zulfikar Sani kilahnya pada wartawan Radaraceh.
Ketua partai dan juga dewan propinsi saat di hubungi wartawan media ini sempat naik pitam, pasalnya saat di tanyai terkait bantuan yang melalui dirinya di tarik balik oleh Zulfikar Sani yang mengaku sebagai pengurus partai Nasdem saat mengambil mesin Bantuan tersebut.
Anggota DPRA Saifuddin juga menjelaskan mana mungkin Zulfikar pengurus partai sedangkan dia berstatus PNS. Dan kenapa Aspirasi saya yang di sirot, saya berani bertanggung jawab kalau Aspirasi saya semua jelas dan ada barangnya,"kilah Saifuddin.
Dan saat di singgung kembali terkait traktor 4 WD sang anggota DPRA yang bernama Saifuddin itu kembali naik pitam. Dan langsung mengamuk sambil mengatakan kepada wartawan ini, kalau jadi wartawan harus profesional,"tutupnya (M Reza).
